Trekking di Tana Toraja, Amazing !!
Sudah puas dengan wisata kubur Tana Toraja? Dan ingin yang lebih menantang dari sekedar melihat tengkorak-tengkorak berserakan? Mari kita menjelajah alam Toraja! Keindahan lanskap Tana Toraja bukan hanya untuk sekedar dinikmati dari jauh. Anda bahkan bisa menjelajahinya hingga ke pedalaman, kepuncak-puncak perbukitan. Pernah berkunjung ke desa wisata suku Baduy di Ciboleger – Banten? Nah, Anda bisa melakukan wisata dengan cara yang sama untuk merasakan kehidupan suku Toraja di pedalaman. Ya, dengan cara trekking. Mendaki dataran-dataran tinggi Tana Toraja, menjelajah desa ke desa kuno adat Toraja di pedalaman. Menikmati keselarasan hidup hingga keaslian adat Toraja yang tersebar di pelosok perbukitan bahkan pegunungan disekitar Tana Toraja. Bukan hanya gemar dengan bahari nusantara, jauh sebelum mengenal pasir putih kami adalah penjelajah alam rimba. Kini saatnya membabat rindu yang sudah menggunung akan alam liar. Sebuah kitab wisata dunia menawarkan jalur-jalur trekking yang konon memiliki pemandangan yang menarik. Kali ini kami mencoba lebih berpetualang, membuat jalur trekking tersendiri diluar destinasi yang disebutkan buku-buku tersebut. Dengan bantuan pak Luther, seorang trekking guide asal Bulupu, salah satu desa pedalaman Toraja, pilihan jalur trekking baru pun terlaksanakan. Paket dua hari trekking kami rasa cukup. Namun nyatanya, keramahan penduduk suku pedalaman hingga keindahan alam sekitarnya membuat kami mengakui betah untuk [...]
Londa, Gua Kubur Para Bangsawan Toraja
Kete Kesu adalah bagian kecil dari objek wisata pekuburan Toraja, 15 menit perjalanan melalui Rantepao ke arah Makale terdapat Londa. Kawasan yang juga wisata pekuburan itu bahkan lebih besar dari pada Kete Kesu. Sebuah gunung batu purba menjulang setinggi kurang lebih 1000 meter. Bagian dalamnya juga sudah membentuk gua alami. Dapat dibayangkan berapa ratus mayat telah di semayamkan didalamnya. Penasaran kami pun mulai menjelajahinya. Perlu penerangan untuk masuk, jadi siapkan senter. Namun rupanya petugas disini sudah sigap menyediakan jasa petromak seharga 25 ribu sekaligus memandu Anda selama di dalam gua kubur itu. Hakikatnya, Londa adalah sebuah areal pemakaman satu rumpun keluarga saja, yang kemudian dibuka untuk umum dan menjadi kawasan wisata. Kabar yang saya dengar dari pemandu petromak, Londa adalah areal pemakaman para bangsawan Toraja, terutama keluarga Gubernur, rektor, hingga anggota DPR RI Tana Toraja. Harga tiket masuk ke kawasan ini adalah 10ribu perorang. Bagian dinding luar gunung batu ini terdapat banyak erong-erong tua yang berumur ratusan tahun digantung di dinding batu. Konon itu adalah erong para leluhur Tana Toraja. Terdapat pula tau-tau bangsawan dan keluarga pemuka-pemuka Tana Toraja. Dibuat mirip seperti rupa aslinya. Dibalutkan baju-baju kebesaran mereka. Bekas-bekas keranda bahkan masih tercecer disekitar pintu gua, dari keranda beratap yang [...]
Kete Kesu, Rumah Masa Depan Suku Toraja
Pagi itu kami bergegas ditarik kerabat mengendarai sebuah kijang tua menelusuri jalan-jalan di Rantepao, Tana Toraja. Tak sampai 15 menit mobil pun berhenti di sebuah kawasan, setelah masuk dalam jalan setapak. Nampak seperti objek wisata, ya Kete Kesu adalah salah satu objek wisata di Tana Toraja. Kawasan ini sekaligus menjadi yayasan yang biasa digunakan suku Toraja untuk melaksanakan berbagai perayaan, ritual dan upacara adat, termasuk serentetan acara dalam proses Rambu Solok. Tongkonan cantik nan tinggi menjulang mencoba meraih awan putih yang terlihat hanya selemparan batu dari atas kepala. Jadi nampak mistis dengan tiang tongkonan yang dibalut dengan tanduk-tanduk kerbau. Konon tanduk kerbau ini berasal dari kerbau-kerbau yang dipotong dalam persembahan di acara Rambu Solok atau upacara dan perayaan lainnya. Nyata, tanduk tersebut konon menjadi tolak ukur status dan kehormatan sebuah keluarga. Semakin banyak tanduk-tanduk itu terlihat di tiang rumah, semakin tinggi derajat anggota keluarga tersebut. Berhadapan, telah berjejer bangunan yang hampir mirip dengan tongkonan dengan ukuran lebih mungil. Rupanya itu adalah lumbung, tongkonan khusus untuk menyimpan hasil panen baik padi ataupun palawija. Nampak pula beberapa calon tongkonan yang sedang dibuat oleh para tukang. Rupanya, setiap kali akan mengadakan perayaan, maka akan dibangun beberapa tongkonan tambahan di sekitar kawasan ini. Menurut kabar, [...]
Selamat Datang di Tanah Surga Para Raja
328 Km sebelah utara kota Makasar, Tana Toraja di anugerahi lansekap yang indah sekaligus penuh misteri. Keberadaannya sebagai dataran tinggi nampak seperti keindahan Dieng, si tanah para Dewa. Namun gunung menggunung tebing bebatuan yang tersebar di alamnya nampak mistis. Seperti sudah digariskan Tuhan, rupanya bukit-bukit batu tersebut adalah “jembatan surga” para penghuni tanah etnik ini. Jembatan surga yang akan menjadi rumah masa depan. Tak percaya, kami pun baru menyadarinya setelah menjelajah surga-surga mistis itu. Terletak di Selatan Sulawesi, Kabupaten Tana Toraja menempati area seluas 1.990 kilometer persegi. Ibukotanya berpusat di Makale yang masuk dalam area Tana Toraja Selatan. Lebih cepat satu jam yang diperkirakan, 3 jam setengah perjalanan membawa kami tiba di Makale. Sebuah patung khas berpakaian adat Toraja berdiri kokoh dipagari kolam di tengah taman kota. Gedung-gedung administratif Pemerintah pun berjejer disekitarnya. Belum sampai disini, perjalanan dilanjutkan menuju Rantepao, pilihan tempat menginap kami di Tana Toraja. Sungai Sa’dan nan kecoklatan itu nampak membelah ujung utara hingga ke selatan Tana Toraja. Gereja-gereja mungil nan sederhana nampak damai di pucuki tiang salib. Tongkonan pun makin sering saja kami lihat. Kami berhenti di penginapan Kharisma yang terletak di samping Bank Mandiri satu-satunya di Rantepao. 70 ribu Rupiah perkamar adalah harga standart untuk backpacker [...]
Naik-Naik Ke Puncak Gunung, Sampai Tana Toraja!
Jam di tangan baru menunjukan pukul 6 pagi, namun hingar-bingar sudah menusuk di telinga. Ah ya, kami berada di dek 5 kapal Bukit Siguntang yang melaju menuju Pare-pare, Makasar, Maumere hingga ke Kupang. Ranjang di kelas ekonomi sudah terisi penuh, jadilah kami “ngampar” dengan sebilah tikar ala karung semen di lantai depan kantor informasi. Tak apalah, ini cara kami menikmati dunia. Sesumbar, rencana kami akan turun di Makasar, namun beginilah otak para backpacker, rencana bisa berubah dalam semenit demi rute terbaik yang bisa dipilih. Akhirnya kami memutuskan turun di Pare-pare. Karena rupanya, Pare-pare lebih dekat menuju Tana Toraja, yang juga destinasi dadakan kami. Tepat 15 jam mengarungi Selat Makasar dari Balikpapan, kami tiba di Pelabuhan Pare-pare, Sulawesi Selatan. Di jemput seorang kerabat, kami menuju kawasan Lapade. Rumah panggung ala Toraja nampak asri menyambut kedatangan kami. Ya, kerabat kami kali ini adalah keturunan asli Tana Toraja. Banyak info yang beliau berikan kepada kami sebelum menginjak Tana Toraja. Kota kelahiran BJ.Habibie ini nampak mungil, berbukit-bukit seperti kota Bandung. Belum banyak fasilitas modern seperti Mall-mall. Malam hari kami habiskan untuk nge’net di cafe bernama Transit, cafe ala Rastafara. Yang unik dari kota ini adalah angkotnya, cukup bayar 2500 atau 3000 Rupiah saja, si supir [...]
Bagan – Kota Seribu Pagoda
Sudut-sudut Negeri Emas, Myanmar tak habis-habisnya menuai cerita keindahan. Baik lansekap, sejarah, hingga budaya yang menyelimutinya erat. Kota Bagan, salah satu sudut Myanmar paling eksotis dan paling di cari para wisatawan saat bertandang ke Myanmar. Bagaimana tidak, rupanya tak hanya seribu pagoda, disinyalir ada dua ribu pagoda lainnya yang bersemayam di kawasan seluas 42 km² tersebut. Dari kemegahan dua ikon kota Yangon, kami meluncur ke kota Bagan dengan bus. Bagan apik dengan hamparan tanah lapang, hijau dengan pepohonan rindang, temaram padi yang mulai menguning dan kehadiran ternak-ternak gembala seakan menyempurnakan aktivitas warganya sehari-hari. Longyi, sarung tradisional adat Myanmar masih menjadi ciri khas yang tak terbantahkan. Tak satupun wanita yang tak memakai Thanaka, bedak dingin ala wanita Myanmar yang konon berguna mengurangi efek ultraviolet dari sinar matahari. Tiga hari menikmati kota ini, kami mendapati Bagan adalah sosok zona masa silam atas kemegahan peradaban Burma di abad ke-13. Bagan dijuluki sebagai museum arkeologi Myanmar. Tak heran, karena di kota ini terdapat banyak peninggalan historikal dan spiritual dari Kerajaan Burma, baik berupa monumen, biara maupun pagoda. Belum lagi lansekap dari gunung Popa yang membentengi kota ini, seperti memberi tanda lain untuk sebuah keunikan alam. Atraksi utama bagi wisatawan di kota ini adalah menjelajahi ribuan [...]
Mandalay, Kota Budaya Myanmar
Beberapa waktu lalu, Mandalay menjadi lautan manusia berkaitan dengan kehadiran Aung Saan Su Kyi, seorang pemimpin oposisi Myanmar yang sangat terkenal sedang mengadakan lawatan kampanye-nya. Sejarah ke-tidak-adilan junta militer beberapa tahun lalu terhadap pejuang demokrasi yang satu ini, pernah menjadikannya tahanan politik. Selain menjadi salah satu kota penting bagi ke-negaraan Myanmar, Mandalay kini menjadi destinasi laris wisatawan mancanegara setelah Yangon dan Bagan. Ibarat Yogyakarta, Mandalay bagi Myanmar adalah sosok kota budaya yang apik. Kota ini didaulat sebagai ibukota Kerajaan Burma di masa lampau. Letaknya berlansekapkan perbukitan terkenal bernama Mandalay Hill, di bentengi parit dan aliran sungai yang eksotik. Beberapa jam kami lewati dari Bagan menuju Mandalay dengan bus umum. Membawa kami pada sebuah athmosphere yang berbeda, lebih romantis dengan ketradisionalan yang menyelimuti kota ini. Ragam budaya dan kepercayaan nampak jelas di kota ini, meski masyarakat Myanmar mayoritas pemeluk agama Buddha, kota ini masih menyajikan keagungan Masjid dan Kathedral di beberapa kawasan. Street food nampak mendominasi sekitar, akomodasi hingga transportasi masih nampak jauh ketinggalan dari pada kota Yangon.Tuk-tuk dan mini truk mendominasi transportasi umum di kota ini, bahkan pompa bensin disini bentuknya masih sangat tradisional, buatan sendiri. Nampak wanita-wanita Myanmar dengan belanjaan berkarung-karung duduk disebuah mini truk dengan kerangka muka jeep [...]
www.wego.co.id – Jagoan Traveling Baru di Indonesia
Traveling, benda fenomenal yang paling menggiurkan. Pengin traveling tapi gak mau ribet dengan urusan gono gininya? Merasa gak ada waktu untuk browsing sana-sini untuk urusan tiket, penginapan dan sebagainya? Atau males buka tab baru di window kamu? Aha, Don’t worry be happy sob, waktunya kamu berkunjung dan mengenal teman baru Kakigatel. Namanya Wego, kamu bisa kenalan di www.wego.com atau di www.wego.co.id bagi kamu yang ingin kenal dalam bahasa Indonesia. Percaya deh, Wego sahabat yang baik buat bantu untuk mewujudkan perjalanan kamu. Whatt, Wego situs metasearch perjalanan yang terkenal itu? Yupe bener sobb, Wego adalah perusahaan situs pencarian perjalanan yang terkemuka didunia. Tercatat lebih dari 30 negara besar didunia memiliki situs Wego dengan bahasanya masing-masing. Baru-baru ini, Wego meluncurkannya di domain Indonesia www.wego.co.id. Dengan layanan dua bahasa, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Dalam Wego party di The3House Bistro and Lounge, tepatnya di bilangan Kuningan Village Jakarta, 29 Februari lalu, Kakigatel dan dedengkot traveller lainnya seperti Natgeo Indonesia, Lo-Fat Hi-Brain, Valadoo, Living Social, sampai artis ACI mba Lucia Nancy seru-seruan menyambut “jagoan traveling” baru ini. Gak tanggung-tanggung, General Manager Wego Indonesia Graham Hill yang pernah mengenyam sekolah bahasa di Yogjakarta ini turun langsung megang mike untuk memperkenalkan Wego. Jelasnya, Wego.co.id itu adalah [...]



























