| PINBB - 25B407DC | CALL/WA/SMS - 082125151037 | EMAIL: INFO@KAKIGATEL.COM |

AKIHABARA, GLODOK-NYA NEGERI SAKURA

Tokyo tak hanya terkenal dengan kemodernisasian dan lanskap kota yang memukau. Tokyo juga surganya para shopaholic dunia. Pusat-pusat perbelanjaan berlomba-lomba menawarkan macam kebutuhan manusia. Dari kelas yang mentereng hingga yang kaki lima biasa. Bukan hanya soal fashion, aksesoris, ataupun barang pecah belah, pusat-pusat perbelajaan disini juga  menawarkan barang-barang elektronik. Bahkan untuk pusat penjualan barang-barang elektronik, Tokyo menyediakan kawasan khusus.

Terkenal dengan nama Akihabara. Mirip Glodok atau Mangga Dua, itulah kesan pertama kami pada kawasan yang disebut Akibahara ini. Bukan dalam kata arti sebenarnya, ini lebih kepada athmoshpher yang berhembus di kawasan yang selalu diburu para pembidik barang elektronik. Semua jenis barang elektronik buatan Jepang digelar layaknya kacang goreng.

Sayang, stigma yang salah mengenai harga disini sudah banyak melekat di hati calon pembeli. Bagaimana tidak, mungkin anda berpikir, karena barang elektronik disini asli buatan negara ini, harga pasti bisa murah. Ternyata tidak melulu seperti itu, seperti hal nya di Indonesia, anda harus piawai dalam hal tawar-menawar untuk mendapatkan harga yang pas.

Kawasan eletronik ini terletak di Stasiun Akihabara, tepatnya di distrik Taito dan kawasan Chiyoda, Sotokanda,Tokyo.  Dan merupakan pusat dari anime, manga, dan doujinshi. Segala  jenis barang elektronik juga tersedia, mulai dari komputer,  kamera, perangkat kelistrikan, telepon seluler, hingga notebook. Saat hari minggu menjelang kawasan ini dipenuhi para pengunjung.  Layaknya Harco Mangga Dua, atau pusat elektronik Mall Mangga Dua- Orion Plaza, toko-toko elektronik berjejer hingga ke pelosok lorong kecil. Layaknya kawasan pusat perbelanjaan di Indonesia, bukan hanya toko-toko elektronik yang berjejer, beberapa restoran bahkan penginapan melengkapi fasilitas di Akihabara.

Menariknya lagi, beberapa toko di Akihabara juga memberikan layanan bebas bea (duty free) , dengan ketentuan untuk pembelian barang di atas 10 ribu yen. Umumnya layanan bebas bea itu hanya terdapat di toko-toko besar. Jadi jika Anda berbelanja dengan beberapa kawan dalam satu toko duty free, barang-barang dapat digabungkan agar mencapai nilai 10 ribu yen. Kasir akan meminta satu buku paspor untuk dicatat. Ini akan menjadi bukti saat kita menemui petugas Bea dan Cukai di bandara sebelum meninggalkan Jepang. Akihabara Main Shop, Onoden Duty Free Main Shop, Eisan Duty Free, dan Takarada Musen Duty Free Shop adalah sebagian toko-toko yang memberikan layanan duty free tersebut. Toko lainnya seperti Yamamoto Musen, Laox Duty Free Akihabara, Labi-Akihabara juga tercatat menyediakan layanan duty free.

Dalam segi pengamanan, kawasan Akihabara memiliki sistemasi kamera pengawas di setiap lampu pengatur jalan. Setidaknya ada enam belas lampu pengaman menjadi pengawas kawasan ini. Pengamanan diperketat seiring tragedi penusukan massal yang terjadi tahun 2008 silam yang menewaskan tujuh orang. Bukan hanya itu, pengamanan ekstra tersebut layak disediakan bagi kawasan yang konon juga selalu ramai saat malam tiba. Kerlap-kerlip lampu hingga baliho-baliho menambah semarak Glodoknya negeri sakura ini.

Tak hanya barang baru saja, disini juga banyak toko-toko yang menjual barang elektronik second hand, lagi-lagi selain harus pintar menawar, Anda juga harus pintar meneliti kondisi barang. Tetapi anda mungkin tak menyangka, dibalik kemajuan kawasan ini, terdapat fakta pahit, dulunya kawasan ini sempat luluh lantak akibat serangan Bom Atom pasukan AS pada masa Perang Dunia ke II. Lalu ketika Jepang mulai bangkit, Akihabara adalah salah satu kawasan tertua yang menjadi pelopor peningkatan struktur ekonomi Jepang.

Leave a Reply