| PINBB - 25B407DC | CALL/WA/SMS - 082125151037 | EMAIL: INFO@KAKIGATEL.COM |

ANAK BAJANG, TITISAN LELUHUR DIENG

Tak pelak lagi, dalam kamus pariwisata Indonesia Dieng dikenal sebagai Negeri diatas awan, letaknya yang berada di ketinggian 2000mdpl kawasan Wonosobo menjadikan dataran tinggi Dieng dianugerahi langit yang terkesan begitu dekat, awan-awan berjalan seperti diatas kepala kita. Udaranya sejuk bak Puncak bogor di pagi hari. Lebih dari sebuah nama, Dieng yang berarti rumah para dewa ini memiliki beragam keindahan lensekap, alam, keramahan penduduknya, hingga legenda mistis yang hingga kini bukan hanya menjadi kepercayaan orang lokal sekitar, legenda mistis itu mulai dikenal turis mancanegara, dan menjadi ajang festival yang dikukuhkan setiap tahunnya.
Legenda anak bajang orang menyebutnya. Anak-anak yang tergolong sebagai anak Bajang bukan anak biasa, mereka biasanya memiliki kelebihan tersendiri dari anak-anak yang lainnya. Penampilan mereka pun terkesan unik dengan rambutnya yang khas, gimbal, gembel orang Dieng menyebutnya. Konon bakal titisan tersebut hanya dimiliki oleh nasab orang tua laki-laki yang asli keturunan Dieng. Proses terjadinya rambut gembel tersebut agak menyakitkan, biasanya anak-anak yang akan gimbal itu terlebih dahulu sakit panas berkali-kali secara terus menerus hingga tumbuh rambut gimbal. Sampai kini tidak ada medis yang memberikan penjelasan tentang keanehan yang terjadi menyangkut demam tinggi anak-anak itu hingga rambutnya menjadi gimbal.
Dibalik keunikan anak Bajang dengan rambut gembelnya itu, tersebar legenda paling historikal dari leluhur Dieng, Kiyai Kolodete. Tokoh legendaris Dieng tersebut konon adalah pewaris titipan “rambut gembel” dari Penguasa Ratu pantai selatan, Nyi Roro Kidul. Dikisahkan secara turun temurun titipan itu akan mengalir pada darah-darah anak asli Dieng, nasab orang tua laki-laki yang masih ada darah Kolodete. Titipan yang suatu saat akan diminta kembali oleh Nyi Ratu.
Uniknya, masyarakat Dieng menganggap rambut gembel bukan hanya sebagai titisan yang bisa dibanggakan, tetapi juga sebagai bala yang harus di hilangkan. Itu sebabnya ada prosesi ruwatan anak rambut gembel hampir setiap tahunnya. Acara sakral dan menyuguhkan sensasi mistis dan aneh itu kini masuk dalam susunan acara Dieng Festival yang dilaksanakan setahun sekali. Tahun 2011, ruwatan anak rambut gembel dilaksanakan pada bulan Maret lalu, 7 orang anak rambut gimbal yang akan di ruwat yang sudah memenuhi syarat ruwatan akan dipotong rambut gimbalnya, dan potongan rambut tersebut akan dilarung ke aliran sungai/danau yang dianggap suci oleh masyarakat Dieng, seperti Danau. Tetapi sebelumnya anda bisa menyimak bagaimana keanehan calon anak-anak yang diruwat tersebut. Sebelum mau di ruwat, biasanya anak-anak gimbal tersebut akan mengajukan beberapa permintaan aneh. Seperti

Leave a Reply