| PINBB - 25B407DC | CALL/WA/SMS - 082125151037 | EMAIL: INFO@KAKIGATEL.COM |

Bagan – Kota Seribu Pagoda

Sudut-sudut Negeri Emas, Myanmar tak habis-habisnya menuai cerita keindahan. Baik lansekap, sejarah, hingga budaya yang menyelimutinya erat. Kota Bagan, salah satu sudut Myanmar paling eksotis dan paling di cari para wisatawan saat bertandang ke Myanmar. Bagaimana tidak, rupanya tak hanya seribu pagoda, disinyalir ada dua ribu pagoda lainnya yang bersemayam di kawasan seluas 42 km² tersebut.
Dari kemegahan dua ikon kota Yangon, kami meluncur ke kota Bagan dengan bus. Bagan apik dengan hamparan tanah lapang, hijau dengan pepohonan rindang, temaram padi yang mulai menguning dan kehadiran ternak-ternak gembala seakan menyempurnakan aktivitas warganya sehari-hari. Longyi, sarung tradisional adat Myanmar masih menjadi ciri khas yang tak terbantahkan. Tak satupun wanita yang tak memakai Thanaka, bedak dingin ala wanita Myanmar yang konon berguna mengurangi efek ultraviolet dari sinar matahari.
Tiga hari menikmati kota ini, kami mendapati Bagan adalah sosok zona masa silam atas kemegahan peradaban Burma di abad ke-13. Bagan dijuluki sebagai museum arkeologi Myanmar. Tak heran, karena di kota ini terdapat banyak peninggalan historikal dan spiritual dari Kerajaan Burma, baik berupa monumen, biara maupun pagoda. Belum lagi lansekap dari gunung Popa yang membentengi kota ini, seperti memberi tanda lain untuk sebuah keunikan alam. Atraksi utama bagi wisatawan di kota ini adalah menjelajahi ribuan monumen dan pagoda di sepanjang kawasan 42 km². Dengan mengayuh sepeda anda bisa menjelajahi seisinya, atau jika anda punya budget lebih cobalah menjelajahi keindahannya dengan cara lain, yaitu terbang bersama balon udara, niscaya seperti sedang berada di negeri dongeng.
Bu Paya Pagoda dan Shwezigon Pagoda adalah salah satu yang terkenal dari ribuan pagoda yang ada di Bagan. Shwezigon Pagoda menjadi yang paling disucikan keberadaannya, konon karena tempat ini menyimpan replika gigi Budhha. Lokasinya di barat laut Kyanzittha Umin dekat tepi Sungai Irrawaddy, di daerah Nyaung U dan Wetkyi-In. Pagoda-pagoda di kawasan Bagan biasanya dibagi berdasarkan area. Tercatat ada 7 pagoda utama yang terdapat di Old Bagan, salah satunya adalah Pagoda Bu paya. Konon pagoda yang ada di Old Bagan merupakan peninggalan dari abad ke-3 hingga abad ke-13. Sedangkan di kawasan Nyaung U dan Wetkyi-In, paling tidak ada 3 pagoda utama, yang salah satunya adalah Pagoda Shwezigon. Lalu di kawasan Myinkaba terdapat 5 pagoda utama yang berasal dari abad ke-11 hingga abad ke-12. Tiga pagoda utama lainnya dari abad ke-11 dan ke-13 berada di kawasan Thiripyitsaya & Bagan Myothit.
Itu baru sebagian dari pagoda, belum lagi monumen lain seperti biara. Tak harus semuanya habis anda jelajahi, tapi setidaknya anda bisa membuat daftar list dari monumen yang paling populer di kawasan tersebut berdasarkan areanya. Seperti Thatbyinnyu, biara Ananda, Pagoda Bu paya, Dhammayangyi, Gawdawpalin, Htilomino, Mingalarzedi, Mahabodhi, dan Pahtothamya yang berada di Old Bagan. Saat anda memasuki kawasan Nyaung U dan Wetkyi-In, anda bisa menjelajahi beberapa yang terkenal seperti Ahlodawpyae, Hgnet pyit taung dan Shwezigon. Di kawasan Myinkaba anda bisa menjumpai beberapa saja seperti Nagayon, Nanpaya, Gubyaukgyi, Myazedi, dan Manuha. Pyathadar (Pyathatgyi) dan Leimyethna adalah dua monumen yang terkenal di Minnanthu yang bisa anda kunjungi. Sedangkan Dhammayazika adalah satu-satunya monumen terkenal di bilangan Pwasaw. Serta satu monumen penting lainnya dikawasan Thiripyitsaya & Bagan Myothit, yaitu Lawkananda.
Satu lagi yang unik dan harus dikunjungi di Bagan, kawasan Gunung Popa yang terkenal sebagai tanah para roh leluhur menawarkan hawa mistis dengan lansekap alam yang memukau. Dipuncaknya terdapat sebuah biara bernama Taungkalat. Biara tersebut menjadi ikon ziarah di kota Bagan, letaknya di sekitar 50 kilometer dari Bagan, tepatnya di wilayah Popa, Township Kyaukpadaung.
Selain menikmati keindahan struktur seni dari bangunannya, anda juga bisa menikmati athmospher tentram yang mengudara disekitar anda. Pada pagi hari dan menjelang tengah hari, para biksu berbondong-bondong untuk mengambil makanan. Dengan seragam serasi merah – pink, dan balutan selendang warna orange, mereka biksu-biksu muda dengan sigap membawa mangkok hitam dan kantong kecil yang digunakan sebagai wadah makanan dan minuman. Dengan semangat spiritual dan kesatauan, mereka khusu berdoa sesaat sebelum menggelar makan bersama.
Jika anda ingin mencicipi citarasa Bagan, anda bisa mampir ke restoran bernama A little bit of Bagan, di restoran tersebut bukan hanya menawarkan citarasa Myanmar, menu Thailand hingga India juga menjadi menu santapan paling laris.

Leave a Reply