| PINBB - 25B407DC | CALL/WA/SMS - 082125151037 | EMAIL: INFO@KAKIGATEL.COM |

Berkecipak Pelangi Di Madakaripura

Tak dapat disangkal, pesona kawasan Taman Nasional Gunung Bromo memang telah menjadi mutiara pemikat abadi bagi dunia pariwisata Indonesia. Keindahannya tak lekang digerus waktu meski beberapa kali mengalami gejala batuk-batuk. Kontur dinding gunung-gunung di sekitar kawasan Bromo memang memiliki ciri khas yang membuat saya selalu ingin kembali. Tak jemu-jemu rasanya pandangan ini mengalirkan aksara atas keagungan Tuhan itu.
Siang menjelang saat kami berangkat dari alun-alun Bromo. Dengan memakai jip hasil sewaan kawan sejawat kami meninggalkan kabut tipis secantik uraian sutra yang mengapung di lautan pasir tersebut. Bromo tak hanya menawarkan kaldera raksasa pasir nan indah, serta curahan akar budaya suku Tengger yang lekat. Alam Bromo masih menyimpan keunikan lain yang tak kalah menyimpan sasana budaya yang apik didalamnya. Menukiklah ke arah Probolinggo, tepatnya ke desa Sapeh, di kecamatan Lumbang, sekitar 10 km dari lautan pasir Bromo. Tak sampai setengah jam Anda akan dibuat terperangah dengan situs tua, sebuah arca Patih Gajah Mada.
Bukan cuma arca kokoh berwarna kehijau biruan ini yang dapat kamu tengok keunikannya. Seorang penduduk lokal yang biasa nongkrong di kawasan tersebut akan menunjukkan tempat kekayaan lain dari alam ini berada. Jalan setapak dipenuhi pohon rindang, melintasi gemuruh aliran sungai yang berbaur di bebatuan. Tak lebih dari setengah jam perjalanan, telinga Anda akan mendengar suara debur air yang jatuh dari tebing berketinggian lebih kurang 100 meter. Setiba di sana, Anda akan terperangah memandang jauh ke atas, melihat sebuah air terjun menakjubkan.
Dari kisah epik yang kami dengar dari Bapak Sutiman, sang pemandu dadakan kami saat itu, air terjun bernama Madakaripura ini mendulang namanya dari kisah hidup sang empunya Arca, Patih Gajah Mada. Konon, kawasan inilah yang dipilih sang Patih Majapahit ini untuk menghabiskan sisa hidupnya untuk bersemadi, memenuhi titah sang Penguasa Alam.
Seumur hidup saya tak pernah melihat bagaimana rupa sang patih ini, tetapi dari arcanya yang saya lihat saat itu, beliau memang benar-benar kokoh dan sangat berwibawa. Sama ketika saya memandangi keunikan air terjun ini, kokoh dengan tebing lurus dan tinggi. Keunikan air terjun ini terletak pada struktur tebingnya yang berbentuk tabung, melingkar penuh dengan ketinggian yang membuat air terjun jatuh berirama, adakalanya sumber suara deburan air menjadi rendah, karena aliran air yang jatuh juga perlahan. Karena bentuknya yang seperti tabung, air yang jatuh di sekitarnya, meski tidak deras pun akan membuat Anda basah kuyup. Membuat Anda akan kesulitan memotret pemandangan di sekitar air terjun ini karena mudah terpercik air. Jika Anda takut basah, warung-warung di sekitar tempat ini juga menyewakan paying.
Namun, keindahan dan mitos air terjun ini yang katanya menebar banyak petuah sayang jika membuat Anda takut basah. Kami sendiri serasa mandi hujan di atas istana pelangi, yang menjadi efek cahaya matahari yang menembus air terjun ini. Bicara soal mitos dan dunia sejenisnya, ada kenyataan yang tak dapat disangkal, menurut pengakuan beberapa orang lokal yang kami tanyai, termasuk Pak Sutiman pemandu kami. Kawasan air terjun ini sering dijadikan tempat mencari barang-barang klenik. Banyak orang yang datang untuk bermeditasi mencari petuah-petuah dari negeri alam seberang. Bahkan tak jarang tokoh masyarakat, pejabat hingga para artis datang ke sini untuk melakukan semadi mengharap kesuksesan atau bala bantuan.
Sayangnya, tak sepanjang tahun kawasan ini dapat diakses. Bila musim hujan turun dan angin kencang, beberapa spot di kawasan ini cenderung akan mengakibatkan longsor dan banjir, dan air yang tadinya bening akan berubah tampak jadi lumpur kecokelatan. Terkadang meski bukan musim hujan pun, air akan tampak keruh dan kecokelatan. Meski demikian tak menyurutkan niat pengunjung untuk berkecipak air di sepanjang aliran air terjun ini.
Jika Anda takut kedinginan berada di air terjun Madakaripura ini, Anda bisa menikmati sensai minuman hangat di warung-warung sekitar air terjun. Karena lokasi air terjun ini yang mudah sekali membuat Anda basah kuyup, lebih baik bawa barang-barang yang diperlukan saja.
Untuk memasuki tempat ini, Anda harus membayar uang masuk Rp8.000 per orang. Harga tersebut bisa ditawar jika di dalam mobil Anda, anggotanya cukup banyak. Apalagi jika ada orang lokal Jawa Timur di rombongan. Jika Anda ingin menggunakan jasa pemandu, Anda bias meminta orang setempat untuk mengantar. Anda cukup membayar “uang rokok” sebagai jasanya.
Buat Anda yang hobi mengabadikan momen dengan kamera kesayangan Anda, siapkan segala perlengkapan untuk mencegah air yang mungkin membasahi kamera Anda.

Leave a Reply