| PINBB - 25B407DC | CALL/WA/SMS - 082125151037 | EMAIL: INFO@KAKIGATEL.COM |

Bermain dengan Manta di Sangalaki

Laut Borneo tak ada habisnya mengumbar pesona surga. Berbagai kejutan dalam penjelajahan kali ini mampu membuat kami bersujud atas kekuasaan Yang Maha Pencipta, sekaligus mengagumi keindahan bumi nusantara kita. Paket liburan Pulau Derawan bukan hanya sekedar Pulau Kakaban atau pulau Derawan itu sendiri. Keindahan berikutnya ada di pulau bernama Sangalaki. Masih termasuk dalam kecamatan Derawan, Kabupaten Berau. Sekitar setengah jam perjalanan dengan speedboat dari Pulau Kakaban.
Pulau Sangalaki membentang sepanjang 15,9 hektar, dengan hamparan pasir putih yang cenderung kasar dan karang lamun di tepiannya. Sebelum snorkling kami mampir menjenguk dataran pulau ini. Speedboat kami berhenti di sekitar 300 meter sebelum daratan, tepatnya didataran laut dangkal pulau ini. Tak perlu heran, karena rupanya Pulau ini memang sengaja tidak dibuatkan dermaga. Jalan di permukaan air setinggi betis tentu tak akan membuat Anda lelah, karena pemandangan yang tersaji di depan Anda sangatlah indah.
Rupanya, pulau ini punya alasan tertentu untuk tidak membuat dermaga. Jika Kakaban terkenal sebagai istana para ubur-ubur tanpa sengat, maka Pulau Sangalaki adalah istana kehidupan bagi para calon-calon penyu. Syahdan, dataran pasir putihnya yang dipayungi rimbunan pepohonan tropis membuat pulau ini menjadi habitat para penyu untuk bertelur. Bahkan dimata dunia, pulau ini adalah salah satu kawasan konservasi peneluran penyu yang terkenal sedunia.
Sebuah Resort milik pihak asing nampak dibangun ditengah rimbunnya tepian pantai pulau ini. Tergoda buah-buah nyiur yang masak, penjaga pulau ini pun memanjat dan menyuguhkan air kelapanya yang segar untuk kami. Tak lama sejenis kertas retribusi harga masuk pun membawa kami ke jalan setapak menuju sarang-sarang penyu.
Sepanjang jalan setapak pasir itu nampak bekas-bekas cangkang telur penyu yang sudah ditinggalkan oleh penghuninya. Anda juga akan menjumpai beberapa papan penunjuk yang merupakan tanda bagi si telur penyu berada dan waktu menetasnya.
Lihat juga bagaimana penyu-penyu cilik itu berusaha keluar dari cangkang yang membalut tubuhnya. Saat malam hari, penyu-penyu akan bertelur, bagi bayi-bayi penyu yg sudah keluar dari cangkang telur akan dialokasikan di ember untuk sementara, sebelum dilepas menuju laut bebas.
Sejenak penyu memang mirip dengan kura-kura, namun ternyata perbedaan mencolok dapat terlihat. Jika warna tubuh kura-kura berwarna kehijauan, maka tubuh penyu cenderung gelap. Dan kepala penyu nampak tidak terpisah dari cangkang di lehernya.
Tak hanya sebagai istana calon-calon penyu, Pulau Sangalaki memiliki keindahan bawah laut yang mempesona. Setidaknya ada 11 titik panorama penyelaman di sekitar pulau ini, diantaranya ada Channel Entrance, Manta Run, Sherwood Forest, Manta Parade, Coral Gardens, Turtle Town, Sandy Ridge, Manta Avenue, The Rockies, Eel Ridge, dan Lighthouse.
Setelah puas bermain di pasir putihnya, motorboat kami pun bergegas menuju titik-titik snorkling yang berada di belakang pulau Sangalaki ini.
Baru saja speedboat kami berhenti di tengah laut Sangalaki, mata sudah dikejutkan lagi oleh segerombolan ikan Pari Manta yang berkeliling di sekitar speedboat kami. Tak ayal, kami pun segera meluncur ke dalam lautan untuk mengabadikan momen yang jarang terjadi ini. Tangan kami bergetar ketika si sosok ikan raksasa itu melintas di depan wajah kami. Antara takut dan takjub, kamera underwater kami bekerja mengabadikan ikan dengan mulut selebar lubang buaya ini. Sedangkan Rob, sahabat kami yang berasal dari Minnesota, Amerika Serikat malah asik bermain dengan si Pari Manta, mengejarnya kemanapun si ikan berenang, bahkan hampir setengah jam lamanya ia sukses memvideokan kelincahan 5 ikan Pari Manta itu.
Perairan laut Sangalaki memang terkenal sebagai habitat dari ikan Pari Manta, karena di terumbu karang perairannya banyak terdapat plankton-plankton yang dibutuhkan ikan jenis ini sebagai asupan makanan. Namun pemunculan ikan dengan lebar tubuh bisa mencapai 15 meter ini sangat jarang. Konon hanya diwaktu-waktu tertentu saat mereka akan mencari makan. Biasanya puluhan ikan Pari Manta ini akan bergerombol menuju perairan Sangalaki saat musim bulan purnama.
Meski relatif dalam, spot snorkling ini menjadi buruan para wisatawan yang ingin menengok surga bawah laut Borneo. Lokasinya cenderung aman, namun tetaplah berhati-hati, karena kekuatan arus dan besarnya ombak bisa terjadi sewaktu-waktu.
Beberapa jam di perairan ini memang sangat memuaskan bathin. Namun petualangan menjelajah laut Borneo tidak berhenti sampai disini. Ada destinasi-destinasi berikutnya yang akan membuat Anda terus terpukau dengan keindahan dan keunikannya.
Penasaran? Ikuti cerita kami selanjutnya ya!

Leave a Reply