| PINBB - 25B407DC | CALL/WA/SMS - 082125151037 | EMAIL: INFO@KAKIGATEL.COM |

Bing Ma Yong, Warisan Terpendam Dinasti China

Dalam segi sejarah dan budaya, China selalu memiliki bukti kuat atas jejak-jejak kejayaan yang pernah disebutkan. Tunjuk saja di kota Xi’an Provinsi Shanxi, sebuah mahakarya pada abad ke 221 sebelum Masehi tampil dalam rupa Terracotta Warriors and Horses. Bing Ma Yong, masyarakat China menyebutnya.
Dalam daftar destinasi pariwisata, Bing Ma Yong adalah bagian komplek taman museum berisi peninggalan-peninggalan dinasti pertama China, Dinasti Qin. Namanya Emperor Qin Mausoleum Site Park. Taman Dinasti Qin ini terdiri dari Lishan Garden, Terracotta Army Museum, dan beberapa tempat penemuan menarik lainnya. Pada tahun 1987, taman penuh sejarah ini diberikan penghargaan oleh UNESCO sebagai salah satu Situs Warisan Dunia.
Setelah sekian lamanya terpendam di bawah tanah, komplek museum yang terletak di Provinsi Shanxi ini ditemukan secara kebetulan. Tepatnya pada tahun 1974, Yang Peiyan dengan sekelompok petani yang sedang menggali sumur menemukan warisan Dinasti Qin tersebut.
Waktu ditemukan, awalnya hanya seonggok patung prajurit terakota. Namun setelah Pemerintah China mengutus para arkeolog untuk menggali kawasan tersebut, ditemukanlah ribuan patung bala tentara Dinasti Qin di total area seluas 14.000 meter persegi. Siapa yang tak kenal Kaisar Qin Shi Huang? Meski menjadi kaisar saat usia relatif muda sekali, namun perjuangannya mempersatukan tujuh kekuasaan yang bertikai saat itu diperhitungkan sejarah China sebagai tonggak sejarah pemersatu Tiongkok. Menurut sejarah Kaisar Qin Shi Huang memerintahkan pembangunan mahakarya ini atas dasar penghormatan kepada para prajurit yang telah gugur. Itu sebabnnya jika diamati, patung-patung tersebut memiliki ciri khas dan karakteristik masing-masing, dari bentuk wajah, pakaian, hingga rupa atribut yang dikenakan. Itu pula yang menjadi keunikan museum ini, semua dibuat seperti bentuk dan kondisi asli para prajurit-prajurit saat itu.
Disinyalir ada sekitar 8.000 pasukan tersebar di kawasan ini, namun ternyata bukan hanya patung tentara terakota yang lengkap dengan atribut pangkat mereka, persenjataan, hingga pasukan kuda pun juga ditemukan di sekitarnya. Kawasan museum ini dibagi menjadi tiga ruangan utama. Di pit pertama, pengunjung akan dibuat terperangah masuk ke dunia Tiongkok kuno, ribuan patung bala tentara Qin berjejer rapi, seperti siap berperang, lengkap dengan kostum zirah dan pasukan kereta kuda. Pit 2, menyajikan seribu lebih patung tentara terakota dan kereta perang dan beberapa persenjataan. Sedangkan pit 3 adalah lubang persenjataan Dinasti Qin. Replika ragam alat perang zaman waktu itu diabadikan di sini. Salah satunya adalah panah, tombak, dan pasukan kuda.
Dinas pariwisata di kota Xian rupanya cukup atraktif dalam menjaga dan melestarikan kawasan ini, sebut saja salah satunya dari penggunaan alat transportasi listrik yang dikhususkan untuk para pengunjung museum ini. Konon cara ini ditempuh untuk menjaga kawasan museum dari polusi dan kerusakan lainnya. Letak museum Terracotta Warrior ini juga tak ada yang diubah, dilestarikan di lokasi pertama penemuannya. Tak sampai di situ, pengunjung juga diberikan ketentuan berkunjung. Batas jarak untuk mengamati patung-patung ini harus 15 meter paling dekat, selebihnya patung tersebut dijaga dengan pembatas di sekelilingnya. Alat memotret sang pengunjung pun dibatasi, tidak diperbolehkan menggunakan kamera besar dan tripod.
Ingin bertemu dengan petani penemu warisan terpendam ini? Bisa saja, sebuah tanda tangannya dihargai beberapa CNY, dengan syarat pengunjung harus membeli buku sejarah prajurit terakota yang dijual di museum ini. Tiket masuk ke kawasan ini sekitar 110 CNY hingga 150 CNY, tergantung pada bulan kunjungan Anda. Kawasan taman serta museum ini beroperasi sejak pukul 7.30 pagi hingga 5.30 sore. Untuk menuju ke kawasan Qin Shi Huang Site Park ini pengunjung bisa menggunakan jasa bus dari sebelah timur stasiun kereta api kota Xian.

Leave a Reply