| PINBB - 25B407DC | CALL/WA/SMS - 082125151037 | EMAIL: INFO@KAKIGATEL.COM |

Derawan, Surga Bahari Borneo

Tersadar, saya tengok jendela kecil disebelah saya. Dan sedikit terhentak, gumulan awan putih telah mengelilingi pandangan mata saya. Sejak fajar tadi kami bergegas meninggalkan hingar bingar Jakarta menuju sebuah destinasi liburan yang menurut para kitab-kitab traveler adalah Surga Tropis Indonesia kedua setelah Raja Ampat.
Kalimantan, atau lebih populer dengan nama Borneo dianugerahi topografi yang cukup kompleks. Terletak di utara Pulau Jawa, sebelah Timurnya terbentang Selat Melaka. Sulawesi berada di barat, dan di selatannya berbatasan dengan Filipina. Syahdan, 6 perairan raksasa menjadi pagar utama kawasan yang dulunya merupakan Kerajaan Brunei ini. Diantaranya Laut Cina Selatan, Perairan Sulu, Laut Sulawesi, Laut Jawa, Selat Makasar dan Selat Karimata.
Tubuh Borneo dibagi untuk tiga negara yang mengelilinginya, termasuk Indonesia yang berhak atas dua pertiga wilayahnya. Dua negara tetangga lainnya yang berhak atas sepertiga bagian Borneo adalah Brunei dan Malaysia.
Setelah 2 jam di udara, roda pesawat kami menderu ketika mendarat di gerbang Kalimantan Timur, tepatnya di bandara Sepinggan-Balikpapan. Perjalanan udara kami belum terhenti disini, masih 1 jam perjalanan lagi menuju Pulau Tarakan, salah satu gerbang Surga tropis di pedalaman Borneo Timur.
Ya, Pulau Derawan mulai mendapat rating tinggi para pecinta surga bawah laut. Konon kehidupan dibawah lautnya menjadi surga tersembunyi alam raya Indonesia. Tak semudah yang dibayangkan meraih surga pedalaman Borneo ini. Dari Tarakan, kami masih harus mengarungi lautan selama 3 jam dengan speedboat dari pelabuhan Tengkayu.
Namun tak usah risau, keindahan yang akan Anda dapatkan di pedalaman Kalimantan Timur ini seakan membayar lebih dari sekedar lelah ketika teruntal-untal di speedboat. Gemerlap lampu-lampu rumah apung nampak seperti barisan kunang-kunang kecil di kegelapan. Inilah Derawan di awal malam, puluhan penginapan bertajuk Resort, Cottage hingga homestay berlomba-lomba menawarkan surga pemandangan dari dalam kamar yang bertatap muka langsung dengan laut lepas. Sampan motor hingga speedboat jenis yak pun bertengger melabuhkan diri di dermaga-dermaga pribadi milik penginapan.
Halaman rumput seakan tergantikan dengan keindahan aquarium lepas di sekeliling bawah kamar kami. Ribuan ikan menari-nari, beberapa penyu hijau raksasa melintas mencari potongan daun pisang, kepiting hingga lobster kecil pun tak jarang terlihat. Sungguh aduhai, tak sabar menunggu matahari kembali menawarkan esok hari yg cerah.
Pulau ini terletak di Kecamatan Derawan, Kabupaten Berau, di gerbang Kalimantan Timur. Dua jalur utama menuju pulau ini bisa melalui Tarakan atau Berau.
Bukan hanya sensasi ketenangan saat benda-benda langit terhampar saat siang ataupun malam hari, debur ombak kecil pun membuat suara bak lantunan lagu yang menenangkan jiwa. Warna emerald gradasi pada air lautnya memberikan pesona tersendiri di mata Anda. Pasir putihnya menjadi alas kaki yang mengolahragakan pori-pori. Belum lagi jejeran pohon nyiur yang menjulang, melambai ditiup semilir sang bayu sepanjang hari. Membayangkannya saja sudah membuat Anda terbawa aroma keindahannya bukan?
Tunggu dulu, petualangan Anda belum selesai sampai disitu. Atraksi lainnya sudah menunggu Anda di bawah laut. Snorkling dan diving adalah atraksi utama destinasi nirwana yang satu ini. Terdapat 50 jenis Arcropora atau hewan laut dalam satu terumbu karang. Bayangkan, akan ada ribuan biota laut yang unik dan cantik dengan bentuk dan warnanya akan membuat Anda berteriak gemas didalam air.
Ada si Nemo berkeliaran di Anemon nya yang berwarna kemilau. Ikan ekor kuning, Lima meter menyelam Anda akan mendapatkan jenis-jenis biota laut lainnya yang menggoda, ada bluering octopus alias gurita, cumi-cumi (cuttlefish), lobster, ikan pipa (ghostpipe fish), nudibranchs, kuda laut (seahorses), belut pita (ribbon eels) dan ikan scorpion (scorpionfishes).
Tak hanya ikan, atau plankton-plankton kasat mata, keindahan terumbu karangnya juga menggoda mata untuk lebih dalam menyelam. Kekayaan terumbu karang Derawan terdiri dari karang tepi, karang penghalang dan atol. Atol inilah yang telah terbentuk menjadi pulau dan terbentuk menjadi danau air asin. Dengan jumlah spesies 470-an dengan tutupan rata-rata tutupan karang hidup 27,78% dan karang karang keras 17,41% menjadikan Pulau Derawan menjadi biodiversitas kedua setelah Raja Ampat.
Blue Trigger Wall adalah salah satu raksasa terumbu karang yang memukau di bawah laut Derawan, kira-kira dikedalaman 10 meter ini Anda akan banyak melihat ikan-ikan Trigger (red-toothed trigger fishes) berkerumun.
Tak perlu jauh-jauh ke tengah lautan untuk menemukan surga ini, di wilayah bawah dermaga dekat Dive Resort Derawan bahkan menjadi spot laris para wisatawan. Anda bahkan bisa menikmati makan siang di tepian dermaga dengan menatapi ribuan ikan dibawahnya. Ratusan hingga ribuan ikan ini bahkan siap berebut untuk sesendok nasi yang akan Anda lemparkan kepadanya. Dan lihatlah, ratusan jenis ikan cantik akan mulai berkerumun di permukaan airnya, menunggu kembali suapan nasi atau sepotong roti dari tangan Anda. Sungguh menggemaskan!
Mau yang lebih menggemaskan lagi? Yuuk kita meluncur ke Pulau Kakaban!

Leave a Reply