| PINBB - 25B407DC | CALL/WA/SMS - 082125151037 | EMAIL: INFO@KAKIGATEL.COM |

Dikawal 8 Lumba-Lumba ke Pulau Maratua

Pagi buta kami terbangun karena suara halilintar begitu menggelegar di luar sana. Gemuruh angin begitu kencang menerpa atap dan kayu dinding penginapan kami. Saya tengok ke jendela, badai kecil datang menerpa pagi di Derawan. Beruntung satu jam kemudian badai itu reda, meski langit masih mendung dan hujan masih rintik-rintik.
Kondisi demikian rupanya tak menyurutkan semangat dan penasaran kami untuk menjelajah laut Borneo selanjutnya. Setelah Sangalaki, Kakaban, dan Semama kini waktunya menjelajah Pulau di ujung perbatasan Nusantara dengan Negeri JiranN Malaysia. Pulau itu terkenal dengan sebuah Resort yang dikelola langsung oleh pihak Malaysia. Ya, Pulau Maratua orang mengenalnya. Konon pulau perawan itu memiliki pemandangan bawah laut yang luar biasa dari pulau-pulau yang lainnya. Penasaran, speedboat kami akhirnya mulai meluncur ke lautan lepas meninggalkan pulau Derawan.
Ombak cenderung kurang bersahabat, kami sempat teruntal-untal hebat didalam speedboat. Beberapa teman pun bahkan mengundurkan diri untuk ikut dalam petualangan kali ini. Ah, kami tak gentar. Saya yakin di balik badai tadi akan ada kejutan manis menunggu. Ahaaa, saya mulai berteriak norak ketika si nahkoda kapal menunjuk-nunjuk sesuatu di depan speedboat.
Masih ingat bagaimana kegembiraan Anda meledak-ledak ketika melihat ikan lumba-lumba di Seaworld waktu Anda di usia kecil dulu? Tentu jadi tak semeledak-ledak ketika Anda melihatnya di Seaworld saat Anda sudah dewasa seperti sekarang. Namun percayakah Anda, kegembiraan saya meledak-ledak kembali seperti waktu balita dulu, saat didepan saya di lautan lepas ada beberapa ekor Lumba-lumba tiba-tiba menari-nari mengelilingi saya dan teman-teman.
Bukan hanya menari-nari, ketika speedboat berjalan pelan terus kedepan, delapan Lumba-lumba itupun membentuk sebuah formasi. Seakan ingin mengawal perjalanan kami, empat ekor Lumba-lumba berenang dan meloncat-loncat di sisi kiri dan kanan speedboat. Ah, bukan hanya di kanan dan kiri, empat Lumba-lumba lagi sedang melompat-lompat di depan dan di belakang speedboat kami. Tiba-tiba saya jadi merasa seperti Puteri Duyung dalam dongeng anak-anak, berenang bersama kawanan Lumba-lumba nan cantik dan menggemaskan. Rupanya ini kejutan manis itu, menyesallah mereka yang menyerah di tengah petualangan hari ini.
Rupanya, menurut nahkoda kapal motor kami, kawanan Lumba-lumba itu adalah salah satu artis di paket perjalanan menuju Maratua. Meski jarang terjadi pemunculannya, lumba-lumba tersebut adalah habitat asli perairan sekitar Maratua, Semama dan pulau Kakaban. Kalau pun terjadi pemunculannya, itu disaat mereka mencari makan. Hal yang jarang terjadi jika si Lumba-lumba akan mengawal perjalanan Anda ke Maratua, pintar si nahkoda tau bagaimana membuat kawanan Lumba-lumba ini bersedia mengawal perjalanan kami. Biar kapal berjalan pelan saja, mereka pasti akan mengikuti, jika kapal tak bergerak mereka pun tak akan aktif bergerak, begitu kata sang nahkoda.
Pengalaman yang takkan terlupakan, kami pun sempat mengabadikannya dengan video recorder. Hingga detik ini, jika melihat video itu kegembiraan yang sama pun meledak-ledak. Tak terhenti sampai disitu kejutan manisnya. Dari kejauhan sebuah pulau dengan jejeran nyiur melambai pun terhampar luas. Sebuah rumah-rumah apung terlihat mewah di tepian pantainya. Saya tengok permukaan air dibawah speedboat, segala puji bagi Tuhan yang Maha Pencipta, lansekap nusantara yang indah!
Jernih tak beriak, membuat terumbu karang yang berwarna-warni dibawah sana nampak sangat jelas. Bintang-bintang laut pun beraneka ragam warna dan ukurannya. Belum ikan-ikan yang sedang bercumbu dengan karang dan plankton-plankton yang mengambang.
Kami tak sabar untuk menceburkan diri segera, mengikatkan pemberat ditubuh, memasang google dan snorkle, tak lupa fin sudah siap membalut kaki. Lagi-lagi saya berteriak didalam air seketika, memukul-mukul gemas air laut yang membuat saya terapung tanpa pelampung.
Warna-warni terumbu karang itu benar-benar hanya selemparan batu dari tangan saya. Ikan beraneka bentuk dan warna makin membuat saya berani untuk sejenak menyelam menghampiri keindahan itu, meski sesekali nafas saya tersengal.
Terumbu karang disini sangat dangkal, hanya dengan snorkling saja Anda bisa menyentuh karang-karang cantik tersebut. Namun hal tersebut juga membuat keharusan bagi Anda untuk berhati-hati ketika berinteraksi dengan terumbu karang disini. Jangan sampai lutut Anda terluka karena terantuk terumbu-terumbu karang tersebut. Perhatikan juga beberapa batasan spot snorkling Anda, karena dibeberapa spot Anda akan langsung dijumpai oleh palung-palung yang begitu dalam, yang konon menjadi rute penyelaman para diver.
Inilah eksotisnya pulau Maratua atau tepatnya Maratua Paradise Resort. Pulau pribadi milik pihak asing ini menawarkan sesuatu yg indah dengan sangat mudah, tentu dengan harga yang sepadan. Spot snorkling yang dangkal, serta sepuluh spot penyelaman terindah di laut Borneo, tak jauh-jauh dari tepian pulau. Pasirnya pun selembut tepung maizena, benar-benar halus. Dibawah cottage-cottage apung itu ribuan ikan-ikan cantik berbagai spesies menari-nari kesana kemari. Benar-benar surga yang cantik.
Cukup 500 ribu hingga 900 ribu perorang untuk menikmati surga di Resort Maratua. Paket divingnya pun beragam ditawarkan, dari 700 ribu perhari, hingga paket dengan totalitas fasilitasnya.
Bayangkan, ditepian pantainya saja ikan-ikan seperti Lion Fish, Scorpion Fish, Yellowfin, Nemo dan ikan-ikan cantik lainnya sudah bisa Anda temui. Bagaimana kehidupan di 5 hingga 10 meter kebawah lagi. Tak jarang Baracuda juga sering ditemukan. Benar-benar surga tersembunyi!

Leave a Reply