| PINBB - 25B407DC | CALL/WA/SMS - 082125151037 | EMAIL: INFO@KAKIGATEL.COM |

Lebaran Hindu di Singapura

Dunia menyebutnya Deepavali atau Festival Cahaya, Rakhes salah satu roomboy hotel di perbukitan dingin Manali, utara India 2009 lalu pernah menjelaskan kepada kami “Deepavali dalam Hindu layaknya Idul Fitri dalam Islam, atau cahaya Natal dalam umat Kristiani.” Sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Hindu, wajar jika India merayakan Deepavali dengan sangat meriah. Namun perayaan tersebut tidak hanya meriah dirayakan oleh umat Hindu di India, pun ternyata gegap gempita dirayakan oleh umat Hindu di belahan dunia lainnya. Salah satunya di bumi Singapura dan Malaysia. Siapa yang tidak mengenal Little India di Singapura. Ya, Little India dikenal sebagai tanah surga bagi keturunan India yang pernah singgah dalam jalur perdagangan Asia pada masa lampau. Sampai kini area yang terletak di sebelah timur Singapore River itu masih berdenyut layaknya kota Mumbai dan Delhi di India.
Beberapa hari lalu kami mengunjungi negara yang terkenal dengan Merlion Park-nya ini, tepatnya sebelum menjelajah ke Melaka. Dari informasi teman sekomunitas yang tinggal di sana kami dengan empat sahabat lainnya akhirnya menelusuri malam pertama dan malam terakhir kami ke Little India. Dari bilangan apartemen Bedok Central kami menggunakan MRT menuju stasiun Nicole Highway untuk membeli tiket Singapura – Kuala Lumpur di pusat agen bus di bilangan gedung Golden Mile. Setelah itu kami memutuskan untuk naik taksi ke bilangan Serangoon, sebuah jalan utama tempat dominasi India Tamil bermukim. Baru selangkah keluar dari taksi, hidung kami sudah mencium aroma kari, serta dupa-dupa yang semerbak. Apalagi citarasa kapulaga yang kenyang pernah kami nikmati dua tahun lalu itu. Sontak kami memejamkan mata dan merasakan perubahan ambience yang amat drastis. Tidak ada lagi Singapura rasanya, seperti kembali ke Delhi.
Malam itu, dari bilangan Mustafa Centre, salah satu pusat perbelanjaan terpopuler di Little India – Singapura, kami menyusuri jalan-jalan yang sudah dikerumuni orang dan kendaraan. Ini benar-benar seperti di India, struktur jalan hingga sanitasi semua sama. Semarak Deepavali pun menggugah kami untuk makin melangkah menuju sebuah restoran paling terkenal di sejarah Little India, Khasama namanya, tempat kami akan berkumpul dengan teman sekomunitas lainnya dari belahan dunia merayakan Deepavali. Dari mulai Hindoo Road, gapura-gapura cantik dengan dekorasi lampu dengan bentuk yang unik terpampang sepanjang jalan. Di restoran Khasama pun kursi dan meja sudah penuh dengan pengunjung dan makanan khas ala India. Mereka ingar bingar bercengkerama, tertawa lebar menikmati suasana. Tidak hanya pengunjung berwajah India, beberapa bule dengan gaya eksekutif muda dan hippies pun sorak sorai tersulap suasana. Sangat bising, dengan klakson-klakson yang hilir mudik. Namun begitulah makna yang terkandung dalam perayaan Deepavali, bergembira dalam rasa syukur atas kemenangan menumpas hal-hal yang bathil. Makna lain dari Deepavali juga ialah ketika seseorang memulai wacana baru dalam hidupnya, yang lebih baik, yang lebih diberkati dan memberkati.
Perayaan Deepavali tahun ini jatuh pada tanggal 5 November 2011. Namun di Singapura, perayaan Deepavali sudah mulai digelar mulai tanggal 5 September lalu. Selain terang benderang dari cahaya, baik lilin tanah liat ataupun hiasan-hiasan lampu, selama perayaan tersebut Little India juga akan diisi oleh berbagai macam festival budaya yang semarak. Rasakan sensasi sibuk mereka yang sedang melakukan persiapan, berbelanja, menghias rumah, ataupun berbondong-bondong menyambangi kuil. Sebuah toko Campbell Lane yang beroperasi 24 jam di kawasan Mustafa Centre pun akan menggelar “festival village”, tempat Anda bisa memuaskan hasrat belanja segala sesuatu yang berbau India, suvenir, pakaian, perhiasan, hingga makanan dari berbagai daerah di India, dengan harga super diskon.
Di bilangan Race Course Road, selama bulan Oktober ini akan diselenggarakan Parade Jalanan Utsav Deepavali yang dimeriahkan dengan pagelaran seni dan budaya dari seluruh tanah Hindustan itu. Pertunjukan dari etnik lainnya pun juga menjadi daya tarik yang berbeda. Atau Anda bisa menikmati perhitungan mundur momen-momen Deepavali yang disemarakkan oleh para mega bintang, baik lokal maupun internasional, tepatnya pada malam puncak festival tersebut.

Leave a Reply