| PINBB - 25B407DC | CALL/WA/SMS - 082125151037 | EMAIL: INFO@KAKIGATEL.COM |

Mandalay, Kota Budaya Myanmar

Beberapa waktu lalu, Mandalay menjadi lautan manusia berkaitan dengan kehadiran Aung Saan Su Kyi, seorang pemimpin oposisi Myanmar yang sangat terkenal sedang mengadakan lawatan kampanye-nya. Sejarah ke-tidak-adilan junta militer beberapa tahun lalu terhadap pejuang demokrasi yang satu ini, pernah menjadikannya tahanan politik.
Selain menjadi salah satu kota penting bagi ke-negaraan Myanmar, Mandalay kini menjadi destinasi laris wisatawan mancanegara setelah Yangon dan Bagan. Ibarat Yogyakarta, Mandalay bagi Myanmar adalah sosok kota budaya yang apik. Kota ini didaulat sebagai ibukota Kerajaan Burma di masa lampau. Letaknya berlansekapkan perbukitan terkenal bernama Mandalay Hill, di bentengi parit dan aliran sungai yang eksotik.
Beberapa jam kami lewati dari Bagan menuju Mandalay dengan bus umum. Membawa kami pada sebuah athmosphere yang berbeda, lebih romantis dengan ketradisionalan yang menyelimuti kota ini. Ragam budaya dan kepercayaan nampak jelas di kota ini, meski masyarakat Myanmar mayoritas pemeluk agama Buddha, kota ini masih menyajikan keagungan Masjid dan Kathedral di beberapa kawasan.
Street food nampak mendominasi sekitar, akomodasi hingga transportasi masih nampak jauh ketinggalan dari pada kota Yangon.Tuk-tuk dan mini truk mendominasi transportasi umum di kota ini, bahkan pompa bensin disini bentuknya masih sangat tradisional, buatan sendiri. Nampak wanita-wanita Myanmar dengan belanjaan berkarung-karung duduk disebuah mini truk dengan kerangka muka jeep tua. Anak-anak bermain riang dengan raut wajah penuh thanaka. Para biksu cilik berlaga bak David Beckham disebuah pertandingan bola di tanah lapang. Kehidupan berjalan penuh kesederhanaan.
Puas dengan athmospher klasik kota ini, saatnya anda melihat atraksi utama kota ini. Sebagai pusat kebudayaan Myanmar, kota mandalay banyak menyuguhkan sasana Buddhist dan pusat-pusat seni tradisional Myanmar. Anda bisa menikmati ragam pusat seni tradisional Myanmar yang terkenal dengan julukan Ten Flowers, yaitu 10 jenis kategori seni tradisional Myanmar. Diantara kesepuluhnya ada Pantain (seni membuat emas dan perak), Panbu (seni patung), Panbe (seni pandai besi), Pantin (seni mencetak tembaga), Panyan (seni batu), Pantaut (seni membuat bunga dari batu), Pantamault (seni memahat batu), P Panchi (seni lukis), Panyun (seni sastra), dan Anpoot (seni desain menggunakan mesin bubut).
Selain pusat budaya, anda bisa mengunjungi situs-situs sejarah peninggalan Kerajaan Burma yang menjadi salah satu tujuan wisata di Mandalay. Selain museum kebudayaan dan Mandalay Palace, anda bisa menjelajah ke Mandalay Hill baik saat Sunrise ataupun Sunset, pemandangannya sangat impresif oleh hamparan hijau kota ini. Atau berkunjung ke Atumashi Kyaung yang terletak di ujung Mandalay Hill, tepatnya di samping Shwenandaw kyaung. Bangunan biara ini merupakan jejak peninggalan religius dari Raja Mindon pada tahun 1857. Bentuknya mewakili struktur seni monastik Burma pada waktu itu. Dengan perpaduan material batu di bagian bawah dan susunan kayu di bagian atasnya.
Seperti pada kota-kota lainnya di Myanmar, Mandalay pun memiliki aneka ragam pagoda, diantaranya yang terkenal ialah Maha Myat Muni Pagoda disekitar 3 km sebelah selatan pusat kota, Kyauktawgyi Pagoda di selatan pintu masuk Mandalay Hill, Kuthodaw Pagoda di sebelah tenggara anak tangga Mandalay Hill, dan Kaungmudaw Pagoda. Di kawasan Amarapura, anda juga bisa menjelajahi keanggunan Pagoda putih Sandamuni, yang konstruksinya mirip dengan Kuthodaw Pagoda.
Amarapura sendiri terletak disekitar 11km selatan Mandalay. Pada tahun 1783, tepatnya saat Dinasti Konbaung berjaya di tangan Raja Bodawpaya, kawasan ini adalah ibukota kerajaan. Tempat lainnya di Amarapura yang bisa anda kunjungi antara lain menikmati sunset di U Bein Bridge yang terletak di Danau Taungthaman, Kyauktawgyi Pagoda, Nagayon Pagoda, Biara Mahagandayone, beberapa industri rumahan juga bisa menjadi pelengkap kunjungan anda.
Masih penasaran dengan peninggalan Dinasti Burma? Anda bisa mampir ke kawasan Inwa. Terkenal sebagai Kerajaan Inwa selama Kekaisaran kedua Myanmar, kini kawasan tersebut adalah distrik kecil di sebelah selatan Amarapura. Inwa menawarkan lansekap alam dan peninggalan-peninggalan bersejarah dari Kerajaan Inwa, meliputi Nanmyint Watch Tower, Biara Maha Aungmye Bonzan, Biara Bagaya, pabrik vernis dan Jembatan Inwa yang membentang di Sungai Ayeyarwad.
Untuk menutup malam anda, jangan lupa hadiri pentas seni drama wayang Marionets. Wayang Marionets sendiri adalah jenis wayang boneka berbentuk manusia. Layaknya seni wayang di Indonesia, musik hingga alat-alat pendukungnya hampir sama, dengan gamelan, seruling, dan sinden yang menyanyikan lagu-lagu tradisional, ceritanya sendiri mengisahkan tentang legenda Ramayana.

Leave a Reply