| PINBB - 25B407DC | CALL/WA/SMS - 082125151037 | EMAIL: INFO@KAKIGATEL.COM |

MENYIBAK LORONG-LORONG KERAJAAN KHMER

Namanya begitu tersohor dalam daftar destinasi liburan di Asia Tenggara, apalagi kalau bukan komplek candi Angkor. Di negara Kamboja, situs ini begitu diagungkan sebagai tempat religius terbesar sepanjang sejarah. Terletak di Kota Angkor, sekitar setengah jam dari Siam Riep, komplek candi Angkor selalu dikejar wisatawan saat menjelang matahari terbit.
Dengan mengayuh sepeda, pagi-pagi buta kami mulai meninggalkan Siem Riep menuju komplek candi Angkor Wat. Empat puluh lima menit mengantarkan kami ke pintu gerbang komplek candi tersebut. Matahari mulai terbit di balik komplek Candi Angkor, dan pesonanya sekejap membawa kami ke zona abad ke- 12 Masehi. Dimana sebuah kerajaan berdiri dengan kejayaannya di tengah candi-candi yang perkasa.
Laos, Vietnam, termasuk Kamboja tercatat sebagai rangkaian kekuasaan Kerajaan Khmer. Di Indonesia Kerajaan Khmer sendiri sedikit banyak memiliki hubungan dengan Wangsa Syailendra di Jawa Tengah juga dengan Kerajaan Sriwijaya. Dan candi Angkor adalah salah satu bukti kejayaannya, dulu kawasan ini digunakan sebagai pusat Kerajaan Khmer.
Raja Suryavarman II disebut-sebut sebagai pelopor pendiri sebagian komplek candi seluas 400.000 km² ini. Konsep konstruksi candi megah ini konon menyadur mitologi Gunung Meru dalam Kepercayaan Hinduisme. Dimana Gunung Meru setinggi 84.000 Yojana ( 1.028 juta km ) digambarkan sebagai pusat dunia serta menjadi rumah bagi para Dewa-Dewi. Seakan ingin memperkuat lambang Gunung Meru yang konon di kelilingi oleh banjaran dan lautan, maka komplek candi ini pun dikelilingi dengan dinding serta beberapa terusan, lalu parit dengan dinding penuh ukiran indah di setiap kuil utama menyempurnakan kesan tersebut.
Setengah kilometer jalan masuk utamanya membawa kami kesebuah gerbang utama. Gerbang ini konon memiliki lambang sebagai jembatan pelangi, yaitu jembatan penghubung antara manusia dan Dewa. Meski yang paling terkenal adalah candi Angkor Wat, rupanya komplek ini masih menyimpan keunikan dan keindahan lain dari kerajaan Khmer, setidaknya terdapat 5 tempat menarik lainnya di komplek ini yang tidak boleh terlewatkan.
400.000 km² bukan luas yang singkat untuk bisa di jelajahi dalam sehari. Paling tidak butuh waktu 4 hari hingga seminggu untuk secara tuntas menyibak lorong-lorong kemegahannya. Harga tiket pun sudah di program sesuai kesanggupan waktu anda menuntaskan penasaran. 20 dolar untuk 1 hari kun jungan, 40 dolar untuk 3 hari, dan 60 dolar untuk satu minggu. Menjelajahinya pun tak cukup dengan berjalan kaki, kebanyakan pengunjung menyewa sepeda atau berkeliling naik tuk-tuk.
Menyisir kemegahan bangunan utama Angkor Wat, kami dibawa menyelami keindahan dari sebuah kuil Hindu kuno. Pertama kali Angkor Wat dibangun atas dasar penghormatan terhadap Dewa Wishnu. Namun setelah abad ke 13, ketika kepercayaan Budhhist mulai berjaya, kuil Wisnu ini akhirnya berubah fungsi sebagai kuil Buddha. Namun peninggalan-peninggalan kepercayaan Hindu masih dibiarkan lekat dikawasan ini.
Anda akan lihat dengan jelas Patung Dewa Wisnu dengan delapan tangan masih menghiasi salah satu ruangan di bangunan pertama dari Angkor Wat. Namun tak hanya itu di sepanjang dinding bangunan pertama terdapat banyak relief yang antara lain menggambarkan cerita Raja Suryavarman II menjadi raja, kemudian relief tentang pasukan Khmer, relief tentang surga dan neraka, relief kehidupan kerajaan Khmer, penari-penari Apsara dan banyak lagi.
Puas menikmati Angkor Wat, kami mulai melipir kekawasan unik lainnya, diantara Elephant Terrace, Ta Prohm, Banteay Srei, Baray Barat, Baray Selatan dan lainnya akhirnya kami memilih Angkor Thom alias Bayon untuk mengakhiri kunjungan pertama kami itu. Dari Angkor Wat, Bayon atau Angkor Thom cukup dekat. Jalan terusan yang menghubungkan ke Bayon sangat eksotik dengan arca-arca tunggal yang cukup besar. Bayon sendiri terkenal sebagai Kuil Wajah, sekilas konstruksi nya memang mirip candi Prambanan. Namun yang unik di kuil utamanya terdapat Arca Wajah Dewa Siwa dan Lokeswara yang menghadap keseluruh arah mata angin. Waktu zaman Kerajaan Khmer di perintah oleh kaisar Jayavarman VII, Bayon difungsikan sebagai ibukota kerajaan Khmer. Bayon memiliki nama asli Angkor Thom, yang artinya The Great City. Dalam sejarah Khmer, Bayon adalah ibukota kerajaan yang terakhir sebelum kekuasaan Khmer digulingkan.
Bukan hanya sebagai pusat kerajaan, Angkor Thom dulunya difungsikan sebagai pusat keagamaan dan wilayah administrasi. Bayon melampirkan dinding laterit sepanjang 8 km², dikelilingi parit seluas 100 meter. Akses gerbangnya tercatat ada di setiap titik kardinal bangunan tersebut. Setidaknya ada 5 pintu masuk, dengan gerbang Kemenangan di sebelah timur sebagai gerbang utama. Disinyalir populasi di kerajaan ini melebihi satu juta jiwa, lebih besar dari pada populasi penduduk Eropa pada masa itu. Di dalam lingkup Angkor Thom, terdapat pusat kehidupan kerajaan masa itu, istana raja, berikut dengan para menteri-menteri nya juga bertempat tinggal di dalam komplek yang sama.
Disini kelihaian anda mengambil angle foto wajah-wajah suci tersebut diuji, jika biasanya hanya bisa mengambil 4 hingga 5 wajah, kini enam wajah kami abadikan dalam satu kali jepretan lansekap.

Leave a Reply