| PINBB - 25B407DC | CALL/WA/SMS - 082125151037 | EMAIL: INFO@KAKIGATEL.COM |

Mereka Bersatu di Perbatasan..

India memang termasuk bangsa yang besar, tak hanya wilayahnya, keanekaragaman budaya serta nasionalismenya terbilang sangat kental. Di wilayah India Utara bagian Haryana Punjab, tepatnya di Distrik Wagah di desa Attari, Anda dapat melihat riuhnya rasa nasionalisme mereka dengan berbagai panutan budaya.
Distrik Wagah sendiri terletak di barat daya kota Amritsar. Wagah dikenal juga sebagai satu-satunya jalur perlintasan menuju perbatasan antara India dan Pakistan.  Jalur perlintasan ini berada di garis Grand Trunk Road di Amritsar, India dengan Lahore, Pakistan. Wilayah ini terbilang sebagai garis Kontroversial Radcliffe, karena wilayah ini terpecah dua oleh perbatasan dua Negara. Masing-masing wilayah mendapat kemerdekaannya di awal tahun 1947, wilayah Timurnya tercatat masih bagian dari Republik India, sedangkan wilayah Baratnya telah ditetapkan sebagai bagian dari Negara Pakistan.
Meski beberapa kali tercatat tragedi yang cukup mencengangkan atas konflik di kedua negara tersebut, namun kedua negara ini menemukan jua solusi perdamaiannya. Tepat di tahun 2001, di hari kemerdekaan dua negara tersebut, rakyatnya bersuka cita merayakan “Festival Malam Kedamaian” yang berpusat disepanjang wilayah Wagah India dan Babul Azad Pakistan. Tercatat sebanyak 40.000 warga Pakistan dan 15.000 warga India bersuka cita menyalakan lentera lilin sepanjang malam.
Sejak saat itu, konon banyak terjadi perundingan menarik tentang kerja sama antar dua negara tersebut. Tahun demi tahun membawa hubungan dua negara ini makin membaik. Mengawali suksesnya “Festival Midnight Peace” tahun-tahun sebelumnya, hingga di tahun 2008 yang konon mencapai 8.000 pengunjung setiap harinya di setiap pintu perbatasan, maka pemerintah di kedua negara ini mengambil kesepakatan untuk mengembangkan wilayah ini sebagai salah satu tujuan wisata. Dari sanalah lahir pagelaran budaya masing-masing bangsa khususnya dibidang kemiliteran.
Upacara Penurunan Bendera pun mulai dikoordinasikan oleh pihak kemiliteran kedua belah pihak. Berbagai parade ikut meramaikan suasana yang penuh riuh dengan yel-yel khas masing-masing negara. Upacara dimulai dengan berbagai atraksi kemiliteran dari para tentara perbatasan, disusul dengan penampilan koreografer on the spot alias penonton dari masing-masing  negara. India begitu antusias menampilkan tarian khas mereka sambil membawa lari bendera memutari sekitar pintu gerbang perbatasan, dengan diiringi lagu-lagu nasional mereka peserta yang kebanyakan adalah anak-anak dan wanita mulai memanaskan suasana.
Anda juga dipersilahkan berpartisipasi dalam parade ini, dengan ikut menari serta membawa bendera nasional mereka. Bulu kuduk Anda akan dibuat merinding karena yel-yel nasionalisme mereka yang tak henti-hentinya mengisi di sepanjang upacara. Sebagai penutupan, Anda akan dibuat sedikit tegang, dengan atraksi tentara yang akan membuka masing-masing pintu gerbang perbatasan diiringi dengan gerakan kemiliteran. Bunyi trap sepatu para prajurit yang nampak gagah jelas terdengar sempurna sekali, kemudian diakhiri jabat tangan mereka sebelum pintu perbatasan di tutup kembali.
Karena merupakan jalur penting, maka untuk menuju ke wilayah desa ini berbagai akomodasi pun tersedia, dari mulai bus lokal yang bisa anda temui di terminal kota Amritsar, hingga sewa taksi atau autoricksaw. Karena letaknya 30 km dari pusat kota Amritsar, maka masing-masing perjalanan dapat ditempuh dalam waktu tak kurang dari 2 jam. Bila Anda naik taksi, Anda langsung dapat diantar ke pintu masuk wilayah perbatasan Wagah, sedangkan jika Anda menggunakan bus lokal dari terminal Amritsar (18 Rupees), anda dapat meneruskan perjalanan menuju pintu masuk dengan menggunakan riksaw atau becak seharga 25 Rupees.
Jangan lupa membawa identitas diri yang lengkap, khusus bagi para wisatawan mancanegara diharuskan menunjukkan paspor saat pemeriksaan berlangsung. Karena begitu banyaknya pengunjung yang datang, Anda disarankan menitipkan barang-barang anda di tempat penitipan barang yang telah disediakan di dekat pintu masuk perbatasan.
http://travel.kompas.com/read/2011/03/16/15520872/Mereka.Bersatu.di.Perbatasan

Leave a Reply