| PINBB - 25B407DC | CALL/WA/SMS - 082125151037 | EMAIL: INFO@KAKIGATEL.COM |

Pelosok-Pelosok Eksotis Beijing (Bagian 2)

SUMMER PALACE
Kawasan pelesir tempo dulu yang disinyalir sudah berumur 800 tahunan ini menjadi salah satu destinasi wisata Cina yang laris dikunjungi. Letaknya di sekitar 15 km barat laut pinggiran kota Beijing, tepatnya di area Yiheyuan Road, di distrik Haidian. Tiga perempat dari luas 290,8 hektar ini terhampar dalam wujud danau. Dulunya, sekitar tahun 1750, kawasan ini adalah sebuah taman kerajaan istana dari dinasti Qing. Taman ini sempat vakum setelah gempuran hebat dari prajurit Jerman dan Perancis yang membakar sebagian taman, pada tahun 1860. Namun setelah renovasi besar-besaran, pada tahun 1888 kawasan ini diresmikan sebagai Summer Palace. Arsitektur taman, menara, hingga kuil dan fasilitas pendukung lainnya yang ada di dalamnya sangat lekat dengan seni karya China yang sangat artistik. Keindahannya menginsiprasi UNESCO untuk menyematkan mahkota “World Heritage Site” pada tahun 1998. Harga masuk kawasan ini umumnya tergantung pada musim kunjungan Anda. Saat low season, harga tiket berkisar 40 RMB, sedangkan saat high season harga melambung hingga 60 RMB.
TEMPLE OF HEAVEN
Bentuk bangunan altar di bagian utaranya berbentuk setengah lingkaran, sedangkan kuil di selatannya berbentuk kotak. Kepercayaan yang berkembang di antara warganya mengemukakan pendapat tentang bentuk dua alam kehidupan, antara surga dan bumi. Bagi mereka, simbol bumi adalah kotak, sedangkan simbol surga berbentuk lingkaran. Keduanya memiliki hari raya masing-masing. Bagian utara yang menyimbolkan surga ramai dikunjungi saat perayaan ritual pada masa musim panas sedangkan di bagian selatannya ramai dikunjungi saat ritual perayaan musim dingin. Dalam mitologi China, kuil ini adalah bagian dari altar sesembahan untuk berbagai partikel kehidupan, kuil langit, bumi, matahari, bulan dan lainnya. Kawasan ini dibangun oleh dinasti Qing pada tahun 1420, sebagai tempat ibadah atau penyembahan. Di sini juga tempat berkumpulnya para pecinta mahyong, pecinta kartu, pecinta karoeke, hingga pecinta opera China. Uniknya taman ini menjadi salah satu rekomendasi utama bagi para manula untuk menghabiskan akhir pekannya. Letaknya di selatan kota Beijing, tepatnya di timur Tianqio, di distrik Chongwen. Jam operasional dari pukul enam pagi hingga pukul sembilan malam. Harga tiket berkisar 35 RMB tergantung musim kunjungan.
GREAT WALL OF CHINA
Berkunjung ke China tanpa menyambangi Tembok Besarnya bak sekolah tanpa ijazah. Saking menakjubkannya kawasan wisata yang satu ini, pengunjung dari berbagai belahan dunia selalu menyematkan namanya di urutan pertama daftar destinasi mereka. Tembok Besar ini dibangun sepanjang 6400 km, dari Sanhai Pass di timur hingga ke Lop Nur bagian barat. Tingginya mencapai delapan meter, lebar bagian atas lima meter dan bagian bawah delapan meter. Setiap 180-270 meter dibuat semacam menara pengintai yang tingginya antara 11-12 meter. Tujuan utama dibuatnya Tembok Besar ini adalah untuk mencegah serbuan bangsa Mongolia dari sebelah utara pada waktu itu. Konon tembok ini dibuat 2000 tahun sebelum masa dinasti Qin, pembangunannya terus dilakukan hingga zaman Dinasti Qin, dinasti pertama China lalu dikembangkan oleh Dinasti Sui, dan dipugar kembali oleh Dinasti Ming. Pembangunan tembok ini dari Dinasti ke Dinasti, merupakan upaya kolektif yang telah dikerjakan oleh jutaan orang selama berabad-abad. Awalnya, tembok ini dibangun dari rumput, batu, kayu, dan tanah. Pada saat Dinasti Ming baru menggunakan batu bata. Renovasi terbaru atas Tembok China ini dilaksanakan pada tahun 1982-1986 oleh Pemerintah RRC.
Saat ini Tembok raksasa menjadi objek wisata dunia tempat setiap hari ribuan orang mengunjunginya. Dunia mengakui bahwa Tembok Besar ini adalah suatu keajaiban arsitektur dan warisan budaya kuno China yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat gemilang. Tembok ini memiliki belasan pintu masuk dari berbagai sisi yang berlainan. Jika Anda pernah mengunjunginya melalui Badaling yang merupakan akses favorit para wisatawan (70 km dari pusat kota Beijing), cobalah mengaksesnya melalui pintu gerbang di Mutianyu, salah satu dari akses menikmati pemandangan Tembok China yang konon bak tubuh Naga yang meliuk-liuk itu. Pintu masuk melalui Mutianyu terletak di distrik Huairao, berjarak kurang lebih 80 km arah utara dari pusat kota Beijing. Akses ini dikenal akses baru dan masih jarang digunakan wisatawan, jadi Anda bisa menikmati dan mengabadikannya lebih personal.
Untuk menikmati Tembok Besar di Mutianyu, kita diberikan tiga opsi, mendaki alias jalan kaki, atau menggunakan Cable Car alias kereta gantung, atau naik lift yang pasti tanpa repot, hanya saja harus mengeluarkan kocek tambahan. Tembok Besar dari Mutianyu bukan hanya menawarkan seni batu bata yang meliuk-liuk, bonus lainnya adalah pemandangan ngarai hijau yang membentang sepanjang sisi untaian Tembok Raksasa tersebut.
Cina tak hanya Beijing saja, Anda masih bisa menyusuri China bagian lainnya, seperti Shanghai yang menjadi kota metropolitan terbesar di China, kemudian Anda bisa mengubek-ubek Shenzen, Makau, Hongkong di sebelah timur, ada seribu patung Terracota Warrior di Shanxi, China tengah, atau pegunungan Chengdu di utara. Mau yang lebih menakjubkan lagi, Anda bisa meneruskan perjalanan ke Tibet dengan rute Chengdu – Lhasa, yang merupakan jalur kereta api tertinggi di dunia.

Leave a Reply