| PINBB - 25B407DC | CALL/WA/SMS - 082125151037 | EMAIL: INFO@KAKIGATEL.COM |

Perjalanan di India (Hari 07 – New Delhi)

Idul fitri at Indonesian Embassy
Suara takbir terdengar menggema dimana-mana, nampaknya meski negara ini dominan dengan kepercayaan Hindu, masih ada semangat moslem yang tumbuh sekitaran New Delhi merayakan Hari Raya Idul Fitri. Hari ini kami berkesempatan memenuhi undangan dari pihak kedutaan untuk menghadiri acara Open House yang diselenggarakan oleh 2 orang penting dalam kedutaan sekaligus. Khusus hari ini, hari pertama Idul Fitri kami harus menghadiri acara open house di Wisma Duta di Indonesian Embassy, tak hanya orang-orang penting seperti pejabat kedutaan, tapi seluruh warga Indonesia yang ada di India dipersilahkan datang, termasuk para traveller seperti kami. Belum lagi esok hari, sang wakil duta besar juga mengadakan open house di kediamannya untuk merayakan silahturahmi Lebaran. Fajar menjelang, kami bergegas mandi dan berpakaian sedikit lebih formal, maklum agenda kami hari ini akan bertemu orang-orang penting lagi. Ruth yang juga sudah bangun nampak sendirian karena yang lainnya ternyata telah meninggalkan flat sedari pukul 2.30 dini hari dengan tujuan Agra. Iseng-iseng kami ngobrol, kami mengajak Ruth untuk juga hadir dalam gathering Idul Fitri di Embassy Indonesia, awalnya Ruth ragu, tapi setelah kami meyakinkan akan baik saja, Ruth lantas bergegas membersihkan diri, pakaiannya juga nampak sopan, memakai pashmina yang dikalungkan dilehernya.
Rickshaw sepagi ini masih jarang, John memanggilnya hingga ke depan gang untuk kami, perjalanan dari flat menuju Embassy nampak sangat lancar, kami tidak perlu antri beli token Metro train, dan tak perlu menawar gontok-gontokan untuk harga bajaj dari Central Sekretariat menuju Embassy. Wajah kami yang sudah dikenali beberapa hari lalu oleh petugas security menjadi prioritas kunci masuk ke embassy bersama Ruth, hanya perlu memperlihatkan visa dan pasport Ruth ke petugas, langsung tokcer, kami dipersilahkan menuju Masjid dibelakang lobby Embassy, rupanya Sholat dan Khotbah Ied masih berlangsung ketika kami datang. Ruth dan kami menunggu sejenak hingga selesai, tak lama Ibu Roos Iskandar datang menghampiri dan mempersilahkan kami menuju Wisma Duta, Disana telah hadir bapak Duta besar, Andi Ghalib dan istrinya, disampingnya duduk para pejabat penting kedutaan dari berbagai kota, kami diiring bu Ross bersalaman dengan bapak Andi Ghalib beserta staf-stafnya.
Senang sekali rasanya bisa berkenalan dengan bapak kedubes dan orang penting lainnya, dan lebih senang lagi di session berikutnya, adalah makan-makan, semua hidangan dengan citarasa Indonesia digelar di beberapa meja makan yang sangat eksklusiv, layaknya prasmanan di pesta perkawinan, meriah rasanya, ada ketupat sayur, opor ayam,nasi uduk, sate, sampai es cendol ada disini. Kami tak henti-hentinya mengambilmakanan satu meja ke meja lain, puas-puasin, ini mungkin jadi menu Indonesia terakhir yang kami nikmati sampai beberapa bulan kedepan. Masih ada session menyenangkan setelah perut semua kenyang, foto-foto bersama bapak Dubes dan staf-stafnya jadi moment penting dan giliran. Serasa mau foto sama David Beckham, kami narsis dan ke geer an, menunggu giliran. Tapi ini menyenangkan, sambil ngobrol bersama sebagian mahasiswa Indonesia yang sedang melakukan studi di India, kebanyakan dari mereka kiriman Beasiswa, kami jadi berpikir untuk sekolah lagi sambil melang-lang buana di negeri orang, tapi jelas tidak di India pilihan kami. Lagi-lagi Ibu Roos yang baik hati itu memperkenalkan kami dengan seorang pasangan suami istri kelahiran Lombok yang juga tinggal di India di Bubhaneswar, tentu saja maksudnya untuk dapat bersilahturahmi di lain hari jika kami singgah di kota tempat tinggalnya. Akomodasi gratis pastinya :)
Hari beranjak siang, berhubung Ruth ada keperluan lain, kami dan Ruth akhirnya undur diri dari gathering ini, sebenarnya berat hati kami meninggalkan acara yang spektakuler ini, bertemu dengan bangsa sendiri di negara lain, berbincang layak saudara sendiri, makanan khas Indonesia yang bakal tak lagi kami temui, tapi arggh, toh masih ada sekali lagi pertemuan gathering Idul Fitri besok hari. Jadi tak perlu khawatir, sekali lagi menu Indonesia esok hari. Lagi pula kami sudah harus mempersiapkan tiket untuk menuju kota selanjutnya, tak terasa sudah hampir seminggu kami di Delhi, sasaran terakhir sebelum meninggalkan Delhi adalah Qutub Minar. Hari ini Ruth berencana akan mencari penginapan sekitar stasiun kereta api New Delhi didaerah Paharganj, karena besok doi nya akan datang. Ruth memang singgah lama di Delhi untuk menunggu kedatangan pacarnya dan mulai travelling besama. Dari Rajiv Chowk, kami naik bajaj sekitar 30 rupees, jaraknya memang hanya 3 km dari Connaught Place. Berburu penginapan murah dan akhirnya soal internet murah. Disebuah Hotel kelas menengah yang menyediakan fasilitas internet cafe akhirnya kami duduk bersimbah, berselancar internet menyapa teman dan keluarga kami, bertambah lagi rasa senang di hati kami. Hangout di sebuah coffe cafe mirip starbuck ber jam-jam kemudian membuat kami mengantuk , dan memutuskan untuk kembali ke flat dan me macking barang-barang yang sudah satu minggu ini berantakan, mengingat besok agenda kami full day menuju kota berikutnya.

Leave a Reply