| PINBB - 25B407DC | CALL/WA/SMS - 082125151037 | EMAIL: INFO@KAKIGATEL.COM |

Perjalanan di India (Hari 10 – Amritsar)

Amritsar Part 2
Gulab di Khusbo Vargi, Trei de tupke vargi, mitti di mehak vargi, poh di dhup vargi, amrit wele di chup vargi, Pyar bhari “Sat Shri akaal”.. Good Morning. Begitulah sejuntai syair pagi yang kami dapatkan dari seorang sales promotion girl di salah satu showroom Indian seluler ternama di Amritsar. Pagi ini kami bangun agak siang, beberapa teman sekamar kami juga sudah beranjak pergi ketika kami terbangun, bergegas mandi dan meneruskan sarapan pagi kami di kantin penginapan ini. Hari ini tak ada agenda khusus yang ingin kami lakukan, tiket transportasi yang akan kami gunakan menuju kota berikutnya pun telah kami dapatkan melalui agen bus yang tersedia di guest house. Kali ini kami memilih menggunakan bus AC untuk perjalanan menuju Chandigarh esok hari, tarif yang dikenakan oleh agen perjalanan Libra Travel sebesar 250 rupees perorang untuk perjalanan selama 4 hingga 5 jam.
Untuk jauh lebih memudahkan koneksi kami dengan internet, akhirnya kami mampir di bilangan jalan dekat Golden Temple, tepatnya di sebuah showroom seluler ternama di India, Reliance Mobile, showroom ini tak hanya melayani SIM card seluler, tapi menawarkan secara eksklusiv modem atau wireless CDMA untuk jaringan internet komputer atau laptop. Kami berinisiatif membelinya karena harganya yang sangat murah bila dibandingkan dengan yang ada di New Delhi, prosesnya pun tidak terlalu susah, kami hanya perlu menyerahkan foto copy pasport dan foto 3×4 sebanyak 1 lembar saja. Satu jam berlalu, pemasangan modem itu belum selesai terkoneksikan, kami mulai kesal dan hampir membatalkan pembelian setelah hampir 6 jam menunggu. Untungnya tak berapa lama koneksi ke jaringan laptop kami berhasil, harga 760 rupees pun kami bayar lunas kepada mereka. Kami langsung bergegas menuju restauran yang sama saat kemarin singgah makan siang, untuk late lunch kali ini kami mencoba Shahe Paneer, Tandoori Naan dan satu menu mie bercitarasa chinesse, Shahe Paneer berupa cheese tofu yang dimasak dengan bumbu Masala, sedangkan Tandoori naan adalah ayam bakar yang dihidangkan bersama roti, kami juga mencoba Lassi alias yoghurt buah ala India, segar dan cukup memuaskan.
Kaki kami masih gatal untuk berkeliling mencari moment dengan gambar-gambar unik masyarakat Amritsar, kami akhirnya mulai berkeliling sekitar pasar tradisional sepanjang Golden Temple, kami merasa berada di tengah pasar kebayoran yang riuh dengan para pembeli berbagai kebutuhan dari mulai sandang, pangan bahkan tukang kelontong keliling masih saja asik menawarkan barang dagangannya kepada orang-orang yang lewat. Lagi-lagi kami ketagihan hangout di Cafe Coffee ala India, Cafe Coffee Day, kalau di India ini setaraf dengan Starbuck, suasana dan pelayanannya jelas lebih nyaman dan memuaskan ketimbang restauran lainnya yang ada di India, sejauh ini. Sambil mencoba provider modem baru, kami menikmati tontonan dan berita bergaya bahasa Hindi, riuh penuh dengan adegan-adegan panas, konon di India adegan-adegan yang agak syuuur itu dianggap baik-baik saja, bahkan bagi anak-anak dibawah umur. Ini miris sekali, bagaimana otak anak-anak lelaki dibawah umur di India gak kotor, wong tontonannya seperti kualitas tontonan orang dewasa, liuk-liuk tubuh sang artis dengan saree yang sudah basah tersiram air diumbar begitu saja, membawa pandangan ekstra lebih dalam pikiran laki-laki normal. Di negara lain taraf tontonan ini dianggap sebagai tabu terutama untuk para anak dibawah umur, bahkan kebanyakan ibu menjaga anak-anaknya dari tontonan syuuur semacam itu.
Lepas dari tontonan ini kami lebih memilih menikmati menu makanan berupa sandwich cheese yang ditawarkan cafe ini . Lupa waktu, jelas terjadi bila kami sudah didepan dunia maya, hari telah beranjak gelap, kami bergegas kembali ke penginapan dengan becak untuk istirahat lebih cepat, karena bus ke Chandigarh berangkat besok pagi-pagi sekali. Sebuah pandangan tentang kemodernan Chandigarh sempat disampaikan teman sekamar kami, membuat kami tak sabar melihat Chandigarh yang katanya jalan-jalannya mirip jalan-jalan di San Fransisco, Amerika.

Leave a Reply