| PINBB - 25B407DC | CALL/WA/SMS - 082125151037 | EMAIL: INFO@KAKIGATEL.COM |

PRAMBANAN, ISTANA ABADI SANG PERAWAN JONGGRANG

Tanah Jawa tak habis-habisnya menebar jejak dan sejarah kejayaan penguasa masa lampau. Peninggalan-peninggalan purbakala terus ditemukan demi menggali sejarah asal usul kehidupan leluhur Indonesia. Dan Prambanan adalah salah satu dari sekian banyaknya situs purbakala itu. Terletak di desa Prambanan, sekitar 17 km di timur Yogyakarta, tepatnya diantara perbatasan Jawa Tengah dengan Daerah Istimewa Yogyakarta. Prambanan berdiri anggun sebagai peninggalan Candi Hindu terbesar di Indonesia. Dalam silsilah, candi Prambanan adalah sebuah mahakarya Hinduisme di abad ke-9, tepatnya pada masa Rakai Pikatan berjaya. Pembangunannya disinyalir sejak tahun 850 Masehi, lalu dikembangkan dan diperluas hingga kepemerintahan Raja Lokapala.
Sore itu, Prambanan diguyur hujan gerimis, namun pengunjungnya tak henti berkeliling, beberapa guide muda dengan ramah menjelaskan tentang sejarah hingga dongeng candi-candi yang ada disini, saat gerimis berhenti, anak-anak pun berlarian kesana kemari, para penjaja cinderamata mulai beraksi, disisi lain para wisatawan asing mencoba mencermati lekuk tubuh candi di kuil Wisnu, mencermati arca Durga yang menjadi ikon legenda candi Prambanan ini. Sedangkan kami, asyik mengamati sisa-sisa reruntuhan candi sewu dan beberapa candi lainnya dikomplek ini. Begitu dahsyatnya amukan Merapi 2 tahun lalu, beruntung tak menenggelamkan situs purbakala ini untuk yang kedua kalinya.
Ditilik dari segi kereligiusan, komplek candi Prambanan adalah situs keagamaan Hindu yang didedikasikan untuk Trimurti, yaitu Brahma, Wisnu dan Siwa. Terbukti terdapat beberapa candi   yang di khususkan untuk ketiga penguasa Hindu itu dikawasan ini. Namun berdasarkan prasati tahun 856 Masehi, komplek candi ini disebut Kuil Siwaghra, rumah bagi Siwa. Dalam kacamata UNESCO, Prambanan adalah salah satu wujud situs Warisan Dunia. Meski pernah hilang ditelan tanah vulkanik Merapi dan gempa di abad ke-16, candi ini lahir kembali menjadi situs purbakala yang diagungkan, bahkan menjadi candi tercantik se Asia Tenggara. Bentuknya ramping dan menjulang tinggi, bahkan 5 meter lebih tinggi dari pucuk Candi Borobudur.
Namun rupanya candi Prambanan ini bukan hanya terkenal dengan kecantikan dan sejarahnya, lebih dari itu Prambanan lebih tersohor karena dongeng yang menyelimutinya sangat kental dan menyentuh. Candi Prambanan ini disebut-sebut sebagai bukti cinta gila dari sosok Bandung Bondowoso dari kerajaan Pengging kepada Roro Jonggrang, putri Prabu Boko dari kerajaan Baka. Bandung Bondowoso berniat menikahi putri dari raksasa yang dibunuhnya itu, namun sayang gayung tak bersambut. Roro Jonggrang tak sudi menikah dengan orang yang telah membunuh ayahnya dalam pertempuran sengit memperebutkan kekuasaan. Dua syarat yang mustahil dikabulkan pun di ajukan oleh Roro Jonggrang kepada Bandung Bondowoso. Tapi untuk pangeran sesakti Bandung Bondowoso, jangankan untuk sebuah sumur Jalatunda yang diminta sang putri, 1000 candi dalam semalam pun disanggupinya.
Sayangnya, Roro Jonggrang benar-benar tak sudi dengan takdir menikah dengan si pembunuh ayahnya, jadilah seribu ide untuk menggagalkan proyek 1000 candi yang tinggal sisa 1 candi lagi itu. Dengan memerintahkan gadis-gadis desa menumbuk lesung dan membakar jerami, agar ayam pun berkokok dan menyudahi kerja para lelembut Bandung Bondowoso. 1000 candi itu gagal lah sudah. Pernikahan memang tidak terjadi, namun Roro Jonggrang harus pasrah dengan kutukan yang diberikan oleh Bandung Bondowoso. Jadilah ia seonggok patung cantik sebagai pelengkap candi yang ke 1000. Sejak itu, jadilah komplek candi itu sebagai istana abadi bagi Roro Jonggrang. Tak hanya itu, seluruh gadis yang ada di desa tersebut di kutuk jadi perawan tua seumur hidupnya. Tragis, namun kecurangan memang punya hak untuk diadili bukan?
Dongeng ini menghubungkan keberadaan candi Sewu, Istana Ratu Boko, hingga Arca Durga di kuil Wisnu Prambanan. Candi sewu disebut-sebut sebagai proyek gagal Bandung Bondowoso karena jumlah sebenarnya hanya 999, lalu Arca Durga itulah yang dianggap sebagai pelengkap candi yang ke 1000. Sedangkan Istana Ratu Boko yang disebut sebagai kerajaan Baka. Dongeng tersebut rupanya diciptakan masyarakatnya guna mengenang beberapa pertempuran bersaudara yang pernah terjadi disekitar Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Pertempuran antara Wangsa Syailendra dengan Wangsa Sanjaya. Prabu Baka yang dimaksud adalah Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra, sedangkan Bandung Bondowoso yang dimaksud adalah Rakai Pikatan, dan Rara Jonggrang adalah Pramodhwardani putri dari Samaratungga sekaligus istri dari Rakai Pikatan. Pertempuran yang terjadi sebenarnya adalah perang saudara antara Balaputradewa dan Pramodhwardani. Dibantu suaminya Rakai Pikatan, Pramodhwardani pun menang dan dengan itu cerita wangsa Syailendra pun berakhir.

Leave a Reply