| PINBB - 25B407DC | CALL/WA/SMS - 082125151037 | EMAIL: INFO@KAKIGATEL.COM |

PRASAT TA PROHM, MENYIBAK PUING-PUING KERAJAAN KHMER II

Sejak masa kejayaan Kerajaan Khmer, Angkor Wat dan Angkor Thom memang selalu menjadi ikon destinasi utama dari kunjungan wisatawan di komplek candi Angkor, Kamboja. Namun ternyata Kerajaan Khmer terlalu kaya untuk sekedar Angkor Wat dan Angkon Thom saja. Lebih dari itu komplek candi Angkor menawarkan banyak hal yang menarik. Salah satunya yang lebih terkenal dari Angkor Wat adalah Kuil Ta Prohm. Kesuksesan film Angelina Jolie “Tomb Rider “yang mengambil setting cuplikannya di kawasan ini secara tidak langsung membuat Ta Prohm lebih dikenal dunia.

Perjalanan dari Siem Riep sekitar 30 hingga 45 menit dengan tuk-tuk atau bajaj. Atau dengan bersepeda kurang lebih 60 menit. Pengunjung bisa mengakses dari beberapa areal, baik dari Sha Srang, atau melalui terusan di kawasan Angkor Thom alias Bayon. Jika anda ingin mengambil gambar dengan keleluasaan, maka hindari kunjungan diatas jam 8 pagi. Karena semakin siang, pengunjung akan semakin membludak.

Kuil ini dibangun atas perintah Raja Jayavarman VII. Pembangunan kuil ini didedikasikan untuk Ibu Suri Kerajaan. Awalnya konstruksi pembangunan kuil ini bergaya Buddhist, namun kemudian setelah beberapa candi rusak, maka rekonstruksinya pun diubah ke gaya seni ukir Hindu. Banyak ukiran Buddhist diganti dengan wajah-wajah Dewa Siwa.

Daya tarik kuil Ta Prohm menurut para wisatawan konon karena letaknya yang masih di tengah-tengah hutan. Membuat kesan kunjungan menjadi petualangan mencari sebuah kuil yang hilang. Tak hanya itu, seni ukir batu di kawasan kuil suci ini nampak begitu eksotis dengan detil rumitnya. Dan yang paling unik dari Ta Prohm adalah keberadaannya yang banyak diselimuti oleh akar-akar dan pepohonan raksasa. Hampir seluruh bangunannya dibelit oleh akar pepohonan raksasa, membuat kuil ini begitu eksotis sekaligus mistis.

Kuil ini memiliki beberapa ruangan yang dibagi berdasarkan fungsinya. Terdapat ruangan utama yang difungsikan sebagai tempat peribadatan, disini masih bisa dilihat sisa-sisa ukiran dari penggambaran hidup sang Buddha. Terdapat pula beberapa arca Linggam Siwa. Secara makna, kawasan ini tidak hanya dianggap sebagai kuil Hindu, namun juga Biara Buddha.  Kemudian terdapat pula aula peristirahatan bagi para peziarah, didekat gapura sebelah timurnya terdapat aula Apsara, tempat ini digunakan sebagai tempat pertunjukan tarian tradisional Khmer. Pilar-pilar dengan atap-atap yang diukir pun mempercantik arsitektural kuil tersebut.

Leave a Reply