| PINBB - 25B407DC | CALL/WA/SMS - 082125151037 | EMAIL: INFO@KAKIGATEL.COM |

Rasthrapati Bhavan, Memang Indah

Sejarah India yang banyak dilatar belakangi kekuasaan kolonial Inggris, membuat ibukota negara ini tak ada habis-habisnya memiliki peninggalan-peninggalan tersebut. Terutama dalam bidang seni arsitektur, bangunan-bangunan di New Delhi khususnya sedikit banyak masih kental dengan aroma tangan Sir Edwin Lutyens. Di sebuah kawasan diplomat utama sepanjang jalan Rajpath, banyak sekali bercokol bangunan-bangunan megah hasil karyanya. Seperti yang terjadi pada lingkup kawasan Rasthrapati Bhavan dan sekretariat building di dekat taman Vijay Chowk.
Saat kolonial Inggris masih berjaya, Rasthrapati Bhavan dikenal sebagai Viceroy’s House, dan diduduki oleh Gubernur Jenderal India hingga India meraih kemerdekaannya. Setelahnya Rasthrapati Bhavan lebih dikenal sebagai “Rumah Presiden”, letaknya di kawasan paling utama kota New Delhi, tepatnya di Raisina Hill. Tipe bangunannya sangat klasik, dengan menggunakan warna dan detail arsitektural khas India.
Buah tangan Sir Edwin Lutyens ini akhirnya mencapai tahap penyelesaian ditahun 1929,  untuk kemudian diresmikan pada tahun 1931. Baru kemudian pada tahun 1950, saat Presiden mulai menempati struktur bangunan yang memiliki 320 kamar dengan luas lantai 200 meter persegi ini, mengubah namanya menjadi Rasthrapati Bhavan. Perpaduan gaya arsitektur Eropa dan Mughal mendominasi seluruh bangunannya. Dan hingga kini Rasthrapati Bhavan dikenal sebagai kediaman resmi Presiden India.
Kediaman resmi Presiden India ini diapit oleh dua struktur bangunan megah lainnya, bangunan yang masih berharmoni sama itu dikenal sebagai Parliament House. Gedung Parlemen India ini memiliki nama Indianya sebagai Sansad Bhavan. Pusat bercokolnya kekuasaan politik Negeri Ghandi ini masih merupakan buah karya rancangan Sir Edwin Lutyens, dan dibantu oleh tangan arsitektur Inggris lainnya, Sir Herbert Barker. Butuh enam tahun untuk menjadikan kawasan ini sempurna.
Baru ditahun 1927, tepatnya di 18 Januari, sang Gubernur Jenderal India yang menjabat saat itu, Lord Irwin, meresmikan kawasan ini. Struktur bangunannya seperti lingkaran-lingkaran besar dengan luas keliling hampir sepertiga mil dan membentang di area sepanjang enam hektar. Sekitar lima kilometer dari jalan utama depan Rasthrapati Bhavan dan Sansad Bhavan ini merupakan kingsway alias jalan utama menuju India Gate.
Awalnya Sir Edwin Lutyens memang sengaja merancang Rasthrapati Bhavan menjadi sudut background India Gate dan sebaliknya, dengan merancang tinggi areal Raisina Hill. Sayang, pekerjaan sang asisten Herbert Baker kurang perhitungan dalam hal ini, hingga sudut background Rasthrapati Bhavan dari India Gate, terlihat kurang sempurna, kediaman Presiden itu jadi nampak agak menghilang, hanya kubahnya yang signifikan terlihat.
Tetapi tetap saja tak mengurangi keindahan dan kemegahan kawasan ini. Seperti pada Rashtrapati Bhavan yang mendulang semacam festival bunga dari taman bunganya yang sangat luas. Konon sekitar bulan Februari atau pada musim semi, saat bunga-bunga bermekaran, Presiden menggelar Open House untuk rakyat India untuk menyaksikan pesta atau festival bunga di taman Rasthrapati Bhavan. Tak kalah menariknya dengan taman yang terdapat di Gedung Parlemennya.
Karya-karya indah sang arsitek menciptakan tata letak air mancur yang sangat sempurna, tak hanya di taman atau pelatarannya, konon di dalam bangunan ini juga banyak keistimewaan air mancur berbagai bentuk Mughal dan Eropa. Tak hanya itu, ornamen istimewa lainnya, seperti patung, lukisan mural hingga marmer “jali” atau sering disebut Mesh itu menghiasi di setiap gedung-gedung subtansi yang ada. Seperti di gedung Lok Shaba (The House of People), Rajya Shaba (Council Of State), serta Library Hall yang dulunya dikenal sebagai Princes Chamber. Seiring bangunan-bangunan itu terdapat banyak bangunan atau gedung subtansi terkait dalam pemerintahan lainnya, seperti Komite Parlemen, kantor-kantor partai, hingga kantor sekretariat dan Departemen dari tingkat parlemen-parlemen yang ada.
Di barat kawasan pemerintahan ini terdapat taman kota masih karya Lutyens, sekarang lebih dikenal sebagai taman Vijay Chowk. Sebuah air mancur gaya Mughal dipertontonkan di tengah taman, zamrud hijau sempurna menutup lahan  seluas hampir lima hektar mengapit akses jalan utama menuju India Gate. Banyak awak media televisi yang menggelar laporan dan pengambilan gambar di taman ini.
Tak banyak wisatawan yang berminat mengunjungi kawasan Rashtrapati Bhavan, biasanya wisatawan yang didampingi tur guidenya hanya berkeliling melewati kawasan tersebut. Bagi para backpacker, Anda bisa walking tour dari India Gate ke kawasan ini, atau sebaliknya. Autoricksaw dari pusat kota berkisar 60 hingga 80 Rupees, atau Anda dapat mengaksesnya dengan menggunakan Delhi Metro Train dari Rajiv Chowk atau Connaught Place ke Central Sekretariat Station. Dari sana Anda hanya perlu berjalan sekitar satu kilometer untuk sampai ke kawasan Gedung Parlemen. Untuk akomodasi, Paharganj area banyak menawarkan penginapan dari harga teman hingga harga wisatawan.
http://travel.kompas.com/read/2011/04/28/18073513/Rasthrapati.Bhavan.Memang.Indah

Leave a Reply