| PINBB - 25B407DC | CALL/WA/SMS - 082125151037 | EMAIL: INFO@KAKIGATEL.COM |

Serunya Mendaki Everest Base Camp

Awalnya pasti takut, apalagi jika Anda seseorang yang belum pernah berkecimpung di dunia pendakian. Bahkan bagi sebagian pendaki yang memang belum pernah menjajal liarnya Himalaya, nama besar Everest memang sering kali membuat ciut nyali, meski tetap membakar rasa penasaran. Lain halnya dengan para pelaku-pelaku ekspedisi kawakan macam Mahitala yang sudah menjelajah tujuh puncak dunia, Everest Best Camp (EBC), sebutan singkatnya, jelas bukan hal yang sulit. Namun buat kami, EBC benar-benar the best memories of our travelling, paling tidak sebelum kami mewujudkan “travelling around the world” kami.
Everest di 8.848 mdpl dengan angkuhnya berkibar di barisan bumi Himalaya sebagai atap dunia. Tubuhnya yang kekar dengan salju abadi membatasi dua negara Asia Tengah, Nepal dan Tibet. Dua negara itu pula yang menjadi pintu gerbang ambisi para pendaki dan ekspedisi-ekpedisi besar untuk mencapai pucuk dunia.
Seperti pada gunung-gunung lainnya, Everest juga memiliki basecamp/ basis persiapan para pendaki sebelum melakukan pendakian ke puncaknya. Paling tidak untuk satu hingga dua bulan para tim summit akan digembleng di base camp ini secara rutin. EBC ternyata bukan hanya menjadi markas para pendaki, tetapi juga menjadi destinasi kebanggaan pendaki kecil-kecilan. Seperti kami misalnya, atau seperti para wisatawan asing lainnya yang datang dalam bentuk grup atau solo. Kebanggaan ini ternyata bukan cuma milik trekker-trekker muda dan lelaki dengan otot besar. EBC ternyata juga milik para orang tua, setengah baya, bahkan oma-oma yang sudah berumur 94 tahun. Kenyataannya EBC memang tidak sesulit yang dibayangkan dalam masalah pendakian.Bahkan EBC bisa jadi wisata dengan budget sekoper berlian, jika ingin menikmatinya dengan kenyamanan dan beragam jaminan. Dari sudut pandang ini, EBC sama dengan destinasi kota di negara lainnya. Semua tergantung pada bagaimana Anda ingin menikmatinya.
Jika ingin cara paling eksklusif, Anda dapat menyewa helikopter pribadi untuk tiba dalam hitungan menit. Mau cara yang sedang-sedang saja, Anda bisa melalui jalur terdekat dengan terbang menuju gigir bukit Lukla, lalu merambat ke ibu kota Solu Khumbu, Namche Bazaar, dan jalur-jalur utama, selama kurang lebih lima hingga tujuh hari untuk sampai di EBC.
Atau jika ingin cara yang lebih fancy dan mudah, Anda bisa mencapai EBC dari dua sisi, Nepal (basecamp selatan) dan Tibet (basecamp utara). Keduanya memiliki nama yang berbeda namun masih dalam makna yang sama. Orang Nepal menyebutnya sebagai Sagarmatha atau rumah Dewi Salju. Sedangkan orang Tibet mengagungkannya sebagai Chomolungma atau Dewi Bumi.
Selain dengan trekking atau naik helikopter penyelamat dari Nepal, Anda bisa mencapai EBC dari Lhasa-Tibet, lalu menikmati perjalanan dengan jip khusus kurang lebih empat sampai lima hari, dan Anda akan langsung diantar ke parkiran di basecamp Chomolungma di Tibet. Atau mau yang gaya super backpacking seperti kami? Kami lebih memilih meluangkan waktu kurang lebih satu bulan lamanya untuk melanglang buana di desa-desa Sherpa di jalur Nepal untuk meraih EBC di ketinggian 5.364 mdpl. Sherpa sendiri adalah salah satu suku terkenal di wilayah pegunungan Himalaya.
Suku Sherpa dikenal sebagai cikal bakal para Harimau Himalaya seperti Tenzing Norgay dan yang lainnya. Dari panduan Sherpa, Sir Edmund Hillary sukses meraih gelar orang pertama yang mencapai Everest dengan selamat. Suku ini berada di kawasan Solu Khumbu-Nepal. Hampir setiap hari kami trekking selama tujuh hingga delapan jam dari desa ke desa, pendakian dari tanah terendah di Solu Khumbu-Nepal hingga ke EBC di 5.364mdpl.
Selama kurang lebih 32 hari trekking menembus belantara Himalaya tanpa pemandu, tanpa porter, ternyata bisa kami lakukan. Begitu pula dengan Anda. Kuncinya, Anda cukup harus jeli membaca peluang untuk lebih survive dan mencermati kondisi tubuh Anda sendiri, dan menyediakan waktu yang lebih panjang tentunya. Jangan merasa pesimis dengan pandangan bahwa Himalaya merupakan gunung yang sulit ditaklukkan. Intinya, EBC merupakan destinasi yang bisa dikunjungi siapa pun. Sensasinya betul-betul berbeda dari tempat wisata lainnya. dan lebih greget, ketimbang menyambangi kota atau negara termahal di dunia. Rugi jika tidak dibuktikan.

Leave a Reply