| PINBB - 25B407DC | CALL/WA/SMS - 082125151037 | EMAIL: INFO@KAKIGATEL.COM |

Takjubnya Memandang Patung Buddha Terbesar di Dunia

Setelah patung Buddha berdiri setingggi 2500 meter di Lembah Bamiyan di Afganishtan dihancurkan oleh Taliban, patung Buddha raksasa yang terletak di propinsi Sichuan, China ini kembali disebut sebagai patung Buddha terbesar di dunia. Tingginya mencapai 71 meter. Manusia yang berdiri di depannya bak liliput kecil.
Patung-patung Buddha di China memang identik dengan ukuran raksasa. Salah satunya di sebelah timur kota Leshan, yang terletak di tepi tiga perairan sungai yaitu sungai Min, Chiyi, dan Dadu. Tempat patung ini berada sekitar 160 km dari pusat kota Chengdu, provinsi Sichuan – China bagian barat. Transportasi umum hingga jasa travel dapat mengantarkan Anda hingga pintu gerbang kawasan tersebut, maksimal dua jam perjalanan dari pusat kota Chengdu.
Patung Buddha Leshan merupakan mahakarya seni ukir yang dibuat oleh manusia, pembangunannya dipelopori seorang biksu bernama Hai Tong, pada zaman Dinasti Tang, tepatnya di tahun 713. Pengerjaannya baru selesai 90 tahun kemudian oleh campur tangan para pemahat-pemahat dan pengikut Buddha setelahnya.
Harapan dan doa dipanjatkan seiring pembangunannya, berharap senyum damai sang Buddha yang tercermin di paras patung tersebut mampu mendamaikan arus air yang bergejolak di tiga sungai itu. Patung Buddha Maitreya dengan posisi duduk ini diukir di bagian tebing karang, tepatnya di puncak timur pegunungan Emei, salah satu dari empat pegunungan sakral bagi agama Buddha di Tiongkok.
Untuk mengakses atau menikmati kebesaran sang Buddha di kawasan ini terdapat dua cara. Cara paling mudah bisa menggunakan jasa speedboat yang ditawarkan beberapa hotel di sekitar tiga sungai tersebut. Keuntungannya Anda bisa mengambil lansekap keseluruhan dari kawasan tersebut.
Cara lainnya, atau cara yang umum dilakukan adalah menaiki punggungan bukit dari pegunungan Emei. Lalu untuk singgah di kaki sang Buddha, pengunjung harus melalui Nine Cliff Scenic Path, berupa ratusan anak tangga yang terletak di tepi tebing karang yang cukup curam. Dari tangga-tangga tersebut pengunjung diajak mencermati wajah dan tubuh sang Buddha yang damai. Di sekitar dindingnya terdapat ukiran dengan cerita panjang perjalanan sang Buddha menuju ke Barat. Di bagian kepala sang Buddha terdapat 1021 sanggul rambutnya yang berbentuk bulat.
Hebatnya, yang membuat patung ini terus kering dan tak tergerus waktu, adalah sistem drainase yang sudah diterapkan sejak masa pembangunan, yaitu berupa saluran air yang tersebar di beberapa bagian tubuh patung tersebut, seperti di kepala, lengan, telinga, dan di beberapa bagian tubuh/pakaian patung Buddha tersebut.
Di pelataran kaki patung Buddha Leshan, kami duduk santai di sekitarnya, menikmati ketakjuban kami akan kebesaran patung Buddha yang hingga kini masih kokoh, meski mulai ditumbuhi lumut-lumut hijau di sekitarnya.
Pengunjung lainnya ada yang asyik menikmati suasana di sekeliling aliran tiga sungai tersebut bertemu. Beberapa pengunjung lainnya memberi penghormatan khusus, dan memanjatkan doa melalui dupa-dupa yang dibakar dan ditancapkan pada sebuah pelataran batu khusus untuk meletakan dupa.
Kawasan yang dianugerahi UNESCO sebagai salah satu The World Heritage ini tidak hanya menawarkan keajaiban seni ukir Patung Buddha Raksasa. Terdapat pula tempat-tempat sakral yang menunjang proses sejarah Patung Buddha Raksasa ini seperti Gua Harimau dengan patung harimau raksasa berwarna putih, Gua Hai Tong yang didedikasikan untuk Biksu Hai Tong, penggagas berdirinya Patung Buddha raksasa ini.
Lalu ada Kuil Wuyou yang ramai dikunjungi orang untuk beribadah, atau berkunjung ke Mahao Tomb yang dilengkapi museum lengkap mengenai sejarah kawasan ini.
Menara Do Po juga tempat yang tak boleh dilewatkan, letaknya di sekitar belakang kepala Patung Buddha. Atau jika pengunjung ingin melepas lelah dan penat, berkunjung ke Fishing Village yang ada di sekitarnya, bisa menjadi alternatif khusus untuk berwisata kuliner menyantap ikan hasil pancingan yang dijamin segar.

Leave a Reply