| PINBB - 25B407DC | CALL/WA/SMS - 082125151037 | EMAIL: INFO@KAKIGATEL.COM |

TOKYO TOWER, ADA PATUNG LILIN PARA ARTIS DUNIA DISINI!

Aksi dari salah satu pemeran korban di film Perancis garapan Gerard Krawczyk, Taxi 2 yang dirilis tahun 2000 lalu, menyebut Menara Eiffel sebagai Tokyo Towaa ( baca : Tokyo Tower), nampak meramaikan asumsi dan julukan dari beberapa warga Jepang tentang menara yang terletak di taman Shiba, Minato Tokyo. Euphoria yang berkembang saat itu membuat kota ini disebut-sebut sebagai Syndrome of Paris, sebagaian gaya hidup kota ini konon mengkiblatkan diri pada kemodernisasian kota Paris. Tokyo Tower pun disebut-sebut sebagai duplikat Menara Eiffel. Dengan tinggi menara 332,5 meter, menara baja ini telah mengalahkan tinggi Menara Eiffel yang hanya 320 meter. Menara dengan warna orange ngejreng ini bak setali tiga uang dengan Menara Eiffel. Dan telah menjadi ikon penting bagi destinasi para wisatawan di Jepang. Dari ketinggian paling atas, Anda akan dibuai dalam keseluruhan lansekap kota Tokyo.
Dulunya, menara dengan nama Nippon Denpato ini difungsikan menjadi antena pemancar bagi siaran radio dan televisi dengan gelombang analog. Kemudian berkembang pesat dengan kehadiran gelombang digital di tower ini. Setelah Nippon Denpato di anggap kurang tinggi sebagai pemancar, maka Pemerintah Jepang mendirikan satu menara lagi khusus untuk pemacar. Pemancar keseluruhan bernama Tokyo Sky Tree tersebut menurut rencana akan mulai beroperasi di tahun 2012 ini.
Menjelajahlah dari bagian paling dasar Tokyo Tower ini, Foot town namanya. Terdiri dari 4 lantai, yaitu convinient store, aquarium galery, dan beberapa toko souvenir di lantai dasarnya. Ingin bersantai dan menikmati makanan atau minuman? Di lantai dua Anda bisa menemukan ragam makanan, minuman hingga jajanan di Food Court yang tersedia, beberapa souvenir juga ditawarkan disini. Sedangkan di lantai tiga terdapat Tokyo Wax Museum dan Space Wax, dengan harga tiket masuk berkisar 300 Yen hingga 500 Yen. Jika Anda membawa anak-anak Anda, melipirlah ke lantai empat. Banyak game corner dan Noppon Square menawarkan berbagai macam permainan.
Selain Foot Town, Anda bisa menikmati kawasan Observation decks di ketinggian 145 meter. Tiket masuk kawasan ini beragam sesuai dengan macam observatory yang ingin di kunjungi, harga berkisar 600 Yen hingga 1420 Yen untuk kesemua observatory. Terdapat cafe-cafe kecil, toko souvenir hingga kuil kecil di ketinggian ini. Untuk melihat Tokyo di ketinggian 250meter Anda bisa mengaksesnya melalui bagian observasi spesial. Harga tiket berkisar 850 Yen.
Pada malam hari, menara yang diarsiteki Nikken Sekkei dan Tachu Naitou ini nampak sangat eksotis dengan lampu-lampu yang membentang disetiap sisi bangunannya. Bahkan saat Perayaan Natal menjelang, kawasan ini penuh dengan pohon-pohon Natal yang dihias. Tak hanya hamparan kota Tokyo, menara yang dibuka untuk umum sejak tahun 1958 ini menawarkan beberapa atraksi menarik, diantaranya museum Guinness World Record dan anda dapat rasakan sensasi apik dari Museum Lilin, yang menampilkan wajah-wajah selebriti Jepang, musisi dan seniman, bahkan bintang-bintang Hollywood, yang kesemuanya dibuat dari material Lilin yang konon diimport langsung dari London.
Museum ini buka setiap hari mulai pukul 10 pagi hingga pukul 9 malam waktu setempat. Orang dewasa dikenakan tiket masuk berkisar JPY500 (sekitar Rp50 ribu) sedangkan anak-anak JPY350 (sekitar Rp35 ribu). Tak perlu khawatir, akses menuju lanskap utama kota Tokyo ini juga sangat mudah. Bisa melalui Hibiya line, turun di Kamiyachou Station. Keluar melalui pintu nomer 1 dan berjalan kaki sekitar 5 menit. Dari Mita line, turun di Toranomon Station. Keluar melalui exit A1 lalu berjalan kaki sekitar 5 menit. Bisa juga melalui Oedo Line, turun di Akabanebashi Station lalu keluar melalui Akabane Exit, 5 menit berjalan kaki Anda akan menemukan lanskap mentereng tersebut. Akses lainnya bisa melalui Asakusa line. Turun di Daimon Station lalu keluar melalui Exit A6 dan jalan kaki sekitar 10 menit.

Leave a Reply