| PINBB - 25B407DC | CALL/WA/SMS - 082125151037 | EMAIL: INFO@KAKIGATEL.COM |

TSUKIJI FISH MARKET, TOKYO

Tak ada Jepang tanpa kenikmatan sushi, begitu pula kehadiran anda di Tokyo tak lengkap bila tak berkunjung ke komplek pasar ikan Tsukiji. Bagi anda yang gemar dengan seafood dan makanan Jepang lainnya yang berbau ikan, cobalah mengunjungi kawasan pasar ikan yang terletak kurang lebih 500 meter dari Ginza area. Pasar ikan ini terletak di daerah Tsukiji, distrik kota Chuo, Tokyo.
Pasar ikan ini adalah pusat grosir penyetoran ikan hasil melaut serta hasil pertanian. setiap harinya, pasar ini menerima tak kurang dari 2.800 ton pasokan ikan segar dari berbagai nelayan dari seluruh Jepang bahkan seluruh dunia. Itu sebabnya Tsukiji Market disebut-sebut sebagai Pasar Ikan terbesar di Asia. Menawarkan berbagai jenis ikan dan ikan laut, baik hasil bumi Jepang ataupun dari negara-negara lainnya. Bahkan Indonesia tercatat sebagai salah satu distributor yang menyuplai pasokan ikan Tuna ke negara eksotis ini.
Lebih dari ratusan jenis seafood ditawarkan disini, dari harga murah hingga yang mahal, tergantung jenis dan beratnya. Tekhnologi mutakhir untuk pemotongan ikan-ikan berukuran besar nampak menjadi pekerja otomatis dikawasan ini Anda dapat berwisata kuliner disepanjang warung makan yang terbentang sepanjang jalan, mereka banyak menawarkan citarasa sashimi segar.
Sebenarnya Jepang mempunyai 3 pasar sentra penjualan ikan, yaitu Tsukiji, Ohta, dan Adachi, tapi Tsukijilah yang paling laris. Tsukiji melayani 87% proses jual beli ikan di jepang. Pasar Tsukiji ini pun banyak membawa berkah bagi penduduk Jepang. Di pasar ini ada sekitar 65.000 pekerja, mulai dari pemasok, penjaga toko, petugas lelang, tukang angkuit, hingga petugas kebersihan.
Menurut catatan sejarah, pasar ikan Tsukiji diresmikan pertama kali pada tanggal 2 Februari 1935. Awalnya pasar ikan Tsukiji ini tak begitu ramai dikunjungi para wisatawan. Tapi makin lama wisatawan yang datang makin banyak. Hal ini membuat masalah tersendiri bagi pengurus pasar. Hal ini dikarenakan karna banyak wisatawan yang membuang sampah sembarangan, dan lagi kehadiran wisatawan yang hanya datang untuk melihat-lihat biasanya justru sering mengganggu proses lelang ikan. Di tahun 2009 lalu pasar Tsukiji dan tempat pelelangan tuna, sempat tertutup untuk wisatawan Hanya wisatawan yang membeli ikan saja yang diperbolehkan.
Umumnya, para nelayan dunia bersama hasil tangkapannya tiba di Pasar Tsukiji mulai pukul 17.00 petang hari sebelumnya. Ikan tuna mulai dipamerkan kepada pialang peserta lelang yang memeriksa kualitas barang dan menaksir harga sejak pukul 03.00 dini hari. Lelang ikan tuna dimulai pukul 05.30 yang diikuti pialang dan pembeli terdaftar. Pukul 07.00 pagi, pialang mulai membawa hasil tangkapan dari tempat lelang ke toko masing-masing di kompleks pasar.

Leave a Reply